politicanews.id – Langkah penyelamatan besar-besaran baru saja dilakukan demi menyelamatkan nyawa delapan orangutan Kalimantan yang nyaris kehilangan masa depan. Akibat amukan kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Barat, satwa ikonik ini terpaksa dievakuasi dari habitat aslinya yang kini berubah menjadi lautan api.
Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane mengungkapkan bahwa proses pemindahan atau translokasi ini dilakukan pada 9 Oktober 2026. Langkah ini merupakan upaya pertama untuk memindahkan orangutan yang menjadi korban karhutla ke sebuah wilayah yang jauh lebih aman dan memiliki ekosistem yang terjaga.

Para penyintas kebakaran ini terdiri dari tiga pasangan induk dan anak serta dua jantan remaja. Mereka sebelumnya ditemukan dalam kondisi terisolasi di kawasan perkebunan akibat jalur hutan yang terputus oleh api. Kondisi ini sangat berbahaya karena membuat mereka kekurangan makanan dan rentan berkonflik dengan manusia.

Related Post
Salah satu yang menarik perhatian adalah Mama Man dan anaknya Man yang sempat bertahan di tengah kepungan asap di Desa Tempurukan. Selain itu, ada pula Mama Nopi bersama anaknya, serta dua jantan remaja bernama Naufal dan Nopan yang dievakuasi dari Kayong Utara. Tak ketinggalan, Mama Lifa dan anaknya juga berhasil diselamatkan dari area perkebunan kelapa sawit di Ketapang.
Sebelum dilepasliarkan, seluruh orangutan ini telah melewati serangkaian tes kesehatan ketat di Pusat Rehabilitasi YIARI Sungai Awan. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka dalam kondisi sehat dan masih memiliki insting liar yang kuat.
Hutan Lindung Batu Nyambu kini menjadi rumah baru bagi mereka. Kawasan seluas 23 ribu hektare ini dipilih karena memiliki hutan primer yang lebat, sumber air melimpah, serta ketersediaan pakan yang sangat mencukupi. Direktur Operasional YIARI Argitoeranting menegaskan bahwa lokasi ini adalah zona aman yang sejauh ini belum tersentuh oleh bencana kebakaran.
Melalui pemindahan ini, harapan besar muncul agar para orangutan tersebut dapat kembali menjalani kehidupan bebas di alam liar tanpa harus terus dihantui ancaman api yang merusak rumah mereka.










Tinggalkan komentar