Politica News – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya MAB (2), balita asal Kecamatan Leles. MAB sebelumnya diduga mengalami keracunan bersama 63 ibu dan balita lainnya.
Made Setiawan, Kepala Dinkes Cianjur, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kematian balita tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) atau faktor lain. "Kami masih menunggu hasil uji lab untuk memastikan apakah pemicunya dari makanan atau ada faktor lain. Hasilnya akan kami umumkan sekitar satu minggu lagi," ujarnya di Cianjur, Sabtu.

Setelah kejadian keracunan massal ini, Dinkes Cianjur memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang memadai. Pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan oleh tenaga kesehatan di masing-masing desa, bahkan setelah pasien diperbolehkan pulang.

Related Post
RSUD Pagelaran mencatat bahwa MAB meninggal dunia setelah 12 jam perawatan di IGD. Direktur RSUD Pagelaran, Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa balita tersebut datang dalam kondisi tidak stabil dan langsung mendapatkan penanganan intensif. Sebelumnya, MAB sempat dirawat di Puskesmas Leles.
"Pasien balita ini adalah rujukan dari Puskesmas Leles. Kondisinya saat datang tidak stabil, lemas, pusing, dengan tangan dan kaki bengkak. Kami memberikan penanganan selama 12 jam," jelas Irfan. Balita tersebut akhirnya meninggal dunia dengan diagnosa syok septik, dengan riwayat diare sejak awal penanganan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh Politica News –, sebanyak 63 balita dan ibu mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di dua desa di Kecamatan Leles. Sebagian besar telah pulih, namun beberapa masih menjalani perawatan. Enam balita masih dirawat di puskesmas, sementara puluhan lainnya sudah diperbolehkan pulang.



Tinggalkan komentar