politicanews.id – Proyek raksasa Lapangan Gas Abadi di Blok Masela kini berada di bawah pengawasan ketat guna mencegah konflik sosial yang dapat menghambat operasional. SKK Migas secara tegas menginstruksikan operator INPEX Masela Ltd untuk tidak hanya fokus pada teknis produksi, tetapi juga wajib merangkul masyarakat lokal mulai dari tokoh adat hingga kelompok nelayan.
Langkah ini diambil setelah hasil penilaian risiko sosial menunjukkan bahwa ancaman terbesar proyek senilai 20,9 miliar dolar AS ini bukanlah serangan fisik, melainkan dinamika sosial dan ekspektasi ekonomi warga yang sangat tinggi. Isu mengenai sengketa tanah ulayat serta harapan masyarakat terhadap manfaat ekonomi menjadi poin krusial yang harus dikelola dengan sangat hati-hati.

Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas, M Indarto Wibowo, menekankan pentingnya transparansi dalam mengelola ekspektasi warga pesisir. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan membuka ruang dialog rutin serta menyediakan kanal pengaduan yang akuntabel bagi warga setempat. Hal ini bertujuan agar kehadiran proyek tidak berbenturan dengan ruang hidup nelayan di Laut Arafura.

Related Post
Keamanan di wilayah ini akan menggunakan pendekatan terpadu yang melibatkan TNI AL, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat. Fokus utamanya bukan sekadar menjaga fasilitas fisik, melainkan membangun kepercayaan publik melalui penghormatan terhadap nilai-nilai adat setempat.
Blok Masela yang berlokasi di lepas pantai Kepulauan Tanimbar ini diproyeksikan menjadi tulang punggung energi dengan target produksi gas alam cair mencapai 9,5 juta ton per tahun. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2029 dan diharapkan mampu mendongkrak ekonomi di wilayah Maluku secara signifikan.










Tinggalkan komentar