politicanews.id – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID membuat gebrakan luar biasa dalam upaya pelestarian lingkungan. Perusahaan raksasa ini telah berhasil memulihkan ribuan hektare lahan pascatambang dan merehabilitasi daerah aliran sungai di berbagai penjuru negeri. Langkah ambisius ini menjadi bukti nyata komitmen kuat mereka terhadap keberlanjutan dan masa depan bumi.
Hingga tahun 2025 Grup MIND ID secara kumulatif telah mengukir prestasi dengan mereklamasi lebih dari 8.000 hektare bekas area eksplorasi tambang. Tak hanya itu mereka juga sukses memulihkan lebih dari 37.700 hektare daerah aliran sungai DAS. Binahidra Logiardi Division Head of Sustainability MIND ID menegaskan capaian ini merupakan bagian integral dari implementasi praktik pertambangan berkelanjutan yang semakin terintegrasi. Dampak positifnya pun mulai terasa pada peningkatan kualitas keanekaragaman hayati.

Menurut Binahidra kebutuhan mineral strategis global yang terus melonjak harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang prima. Peningkatan produksi harus berjalan selaras dengan program pengelolaan lingkungan yang progresif dan terukur. Ini bukan sekadar kewajiban melainkan juga representasi komitmen perusahaan kepada regulator investor lembaga keuangan hingga pasar global yang semakin menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Related Post
Realisasi reklamasi dan perlindungan biodiversitas menjadi pilar utama dalam implementasi Sustainability Pathway Grup MIND ID. Melalui pendekatan ini setiap entitas dalam grup didorong untuk memiliki protokol pengelolaan keanekaragaman hayati yang memadai terutama di wilayah-wilayah dengan nilai konservasi tinggi. Hasilnya pun tak mengecewakan peningkatan kualitas biodiversitas mulai terlihat di sejumlah area operasional.
PT Aneka Tambang Tbk Antam misalnya melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara berhasil mendongkrak indeks biodiversitas dari 1.757 menjadi 1.963. Sementara itu PT Freeport Indonesia menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan konservasi mangrove yang totalnya mencapai lebih dari 2.200 hektare. Lain halnya dengan PT Indonesia Asahan Aluminium INALUM yang fokus pada pemulihan daerah tangkapan air Danau Toba hingga lebih dari 4.000 hektare pada tahun 2025 guna memperkuat fungsi hidrologis kawasan.
Tak ketinggalan PT Timah Tbk membukukan kenaikan indeks biodiversitas dari 2.88 di tahun 2022 menjadi 3.26 pada 2025 melalui program reklamasi darat dan laut yang terintegrasi. Di sektor nikel PT Vale Indonesia Tbk merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 156.67 hektare di Blok Sorowako dan 1.42 hektare di area Indonesia Growth Project IGP Morowali sepanjang 2025. Perusahaan ini juga telah memulihkan 17.877 hektare DAS di berbagai wilayah Indonesia.
Binahidra menegaskan keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap operasional perusahaan melainkan telah menjelma menjadi faktor krusial dalam menjaga akses terhadap pendanaan dan pasar. Sustainability Pathway bukan hanya alat pelaporan tetapi juga instrumen vital untuk mengelola dampak memitigasi risiko dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Senada dengan itu Mohammad Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebelumnya pernah menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati. Pembangunan bukan hanya soal pulau dan pariwisata namun juga mencakup perkapalan aktivitas ekonomi maritim hingga sektor perikanan. Namun yang terpenting adalah proses pembangunan harus selalu berorientasi pada pelestarian alam dan perlindungan biodiversitas.








Tinggalkan komentar