politicanews.id – Sebuah diskusi meja bundar tingkat tinggi yang krusial akan segera digelar di New York. Acara ini siap mengupas tuntas masa depan kesehatan global yang kini berada di persimpangan jalan. Digagas oleh Club de Madrid dan AHF Global Public Health Institute, bersama dukungan penuh dari Pemerintah Spanyol dan Zambia, pertemuan ini akan menjadi sorotan utama di sela Sidang Umum PBB ke-81. Para pemimpin dunia dan pakar kesehatan dijadwalkan berkumpul pada Kamis 24 September 2026, membahas strategi menata ulang sistem kesehatan dunia demi keamanan masyarakat.
Dunia kini menghadapi serangkaian tantangan kesehatan yang mendesak. Mulai dari ancaman wabah penyakit menular yang terus berulang, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, hingga resistansi antimikroba yang kian mengkhawatirkan. Kesenjangan akses terhadap vaksin, diagnostik, terapi, serta kapasitas respons darurat juga semakin menyingkap kerapuhan sistem kesehatan global saat ini. Ironisnya, di tengah krisis ini, dana bantuan pembangunan resmi justru mencatat penurunan tajam, sementara beban utang kian mencekik anggaran kesehatan di banyak negara berkembang.

Di tengah situasi genting ini, negosiator juga berpacu dengan waktu untuk merampungkan Lampiran Akses Patogen dan Pembagian Manfaat (PABS) pada Perjanjian Pandemi WHO sebelum 27 Mei. Langkah ini vital untuk memastikan perjanjian tersebut dapat berfungsi efektif. Dalam konteks inilah, diskusi meja bundar akan menyoroti peran platform regional, seperti Africa CDC dan berbagai inisiatif baru di Asia, Amerika Latin, serta Karibia. Apakah mereka mampu menjadi jembatan yang hilang antara pemerintah nasional dan lembaga global dalam memperkuat kesiapsiagaan, respons, kesetaraan, dan akuntabilitas?

Related Post
Pertemuan strategis selama 90 menit ini akan berlangsung di University Club, New York City, dan juga dapat diakses secara daring melalui Zoom. Para pembicara akan mengeksplorasi bagaimana platform regional dapat memberikan otonomi lebih besar kepada negara-negara sekaligus memperkuat solidaritas global. Selain itu, mereka juga akan membahas langkah-langkah konkret untuk mewujudkan tatanan kesehatan global yang lebih adil, termasuk melalui keringanan utang, restrukturisasi, dan mekanisme fiskal baru yang dapat memperluas ruang fiskal bagi sistem kesehatan nasional dan regional.
Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dan memberikan pandangan mereka. Dr Jorge Saavedra dari AHF Global Public Health Institute akan memoderasi diskusi. Sambutan pembuka akan disampaikan oleh Michael Weinstein, Presiden AIDS Healthcare Foundation, dan María Elena Agüero, Sekretaris Jenderal Club de Madrid. Deretan pembicara terkemuka meliputi Menteri Kesehatan Zambia Roma Chilengi, Menteri Kesehatan Indonesia Budi Sadikin yang juga calon Direktur Jenderal WHO, mantan Presiden Kosta Rika Laura Chinchilla yang kini menjabat Presiden Club de Madrid, Profesor Lawrence Gostin dari Georgetown University, serta Duta Besar Keliling Spanyol untuk Kesehatan Global Mencía Manso de Zúñiga. Diskusi ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang transformatif untuk menata ulang tata kelola kesehatan global.










Tinggalkan komentar