politicanews.id – Peluang emas bagi warga Indonesia untuk merambah industri perhotelan di Turkiye kini terbuka lebar. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bergerak cepat dengan memfasilitasi pertemuan langsung antara calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dengan pihak pemberi kerja dari Turkiye guna memastikan kualifikasi yang dibutuhkan terpenuhi.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari Program SMK Global yang bertujuan memperluas jangkauan kerja tenaga kerja Indonesia di kancah internasional. Melalui proses wawancara langsung, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pekerja yang berangkat memiliki kompetensi teknis dan kemampuan bahasa yang mumpuni sesuai standar industri perhotelan di negara tersebut.

Direktur Jenderal P3KLN Dwi Setiawan Susanto menekankan bahwa seleksi ini harus berjalan secara transparan dan profesional. Hal ini penting agar proses penempatan berjalan objektif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

Related Post
Namun, tantangan bekerja di luar negeri bukan sekadar soal keahlian teknis semata. Sri Andayani selaku Sekretaris Direktur Jenderal P3KLN mengingatkan bahwa para calon pekerja wajib memiliki mental baja. Kesiapan mental menjadi kunci utama agar mampu bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru di luar negeri.
Selain fokus pada peningkatan daya saing, pemerintah juga berkomitmen memperkuat tata kelola penempatan dan jaminan perlindungan bagi seluruh pekerja migran. Sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, hingga perusahaan penempatan menjadi pilar utama dalam mencetak pekerja migran yang kompeten dan mampu bersaing secara global.








Tinggalkan komentar