politicanews.id – Kondisi kekeringan meteorologis di wilayah Nusa Tenggara Barat kini mulai mereda secara signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG wilayah kekeringan ekstrem kini hanya menyisakan dua kecamatan di Kabupaten Bima saja.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Nindya Kirana mengungkapkan bahwa Kecamatan Lambu saat ini berada pada level siaga sementara Kecamatan Sape telah memasuki status awas. Penurunan status kekeringan di berbagai daerah lainnya dipicu oleh munculnya fenomena hujan lokal yang turun secara sporadis sejak akhir Oktober lalu.

Munculnya hujan lokal ini menjadi sinyal kuat bahwa wilayah NTB sedang memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim penghujan. Meski curah hujan di sebagian besar wilayah masih tergolong rendah yakni di kisaran 0 hingga 10 milimeter namun intensitas hujan di beberapa titik seperti Lombok Timur sudah mulai menunjukkan peningkatan yang cukup terasa.

Related Post
Memasuki awal November peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih tinggi diprediksi akan meningkat tajam hingga mencapai lebih dari 90 persen di hampir seluruh Pulau Lombok serta sebagian wilayah Sumbawa. Beberapa daerah seperti Mataram Narmada hingga Jonggat diperkirakan akan menerima curah hujan yang cukup signifikan.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat perubahan cuaca yang cepat ini. Hal ini menjadi penting mengingat fenomena El Nino yang sangat kuat diprediksi masih akan membayangi hingga awal tahun 2027 serta pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole yang masih berlangsung.










Tinggalkan komentar