Politica News – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau (Kepri) menjadikan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai ujung tombak untuk mengatasi masalah pengangguran yang masih tinggi di wilayah tersebut. Data per November 2025 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri mencapai 6,35 persen, atau sekitar 65 ribu jiwa.
Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran di Kepri, khususnya di Batam, disebabkan oleh banyaknya pencari kerja dari luar daerah. "BLK menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk menekan angka pengangguran, dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri," ujarnya di Tanjungpinang, Jumat.

Saat ini, Disnakertrans Kepri mengoperasikan tiga BLK yang berlokasi di Tanjungpinang, Batam, dan Karimun. Diky menilai BLK Tanjungpinang paling efektif karena memiliki fasilitas lengkap, seperti lima ruang kelas pelatihan, ruang praktik, hingga asrama. "Setiap tahun, kita bisa melatih 300 peserta dengan berbagai keterampilan, mulai dari pengelasan, barista, hingga menjahit," jelasnya.

Related Post
Mayoritas peserta pelatihan BLK adalah lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka dibekali keterampilan khusus, seperti pengelasan, yang sangat dibutuhkan di kawasan industri Kepri, terutama Batam. "Hampir semua lulusan BLK, sekitar 99 persen, langsung terserap pasar kerja. Ini karena program pelatihan yang kami berikan memang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja di Kepri," tegas Diky.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Toto Haryanto, mengungkapkan bahwa TPT Kepri memang menunjukkan tren penurunan, meski tipis, menjadi 6,35 persen pada November 2025. Perbaikan ini terjadi di tengah dinamika pasar kerja yang terus berubah. "TPT 6,35 persen berarti dari 100 orang angkatan kerja, ada sekitar enam hingga tujuh orang yang masih menganggur," kata Toto.
Kelompok pengangguran di Kepri didominasi oleh penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau baru akan mulai bekerja. Toto juga mencatat adanya perbaikan TPT di wilayah perkotaan, namun justru terjadi kenaikan angka pengangguran di wilayah perdesaan.










Tinggalkan komentar