KA Mutiara Timur Meledak Jadi Primadona Wisata

KA Mutiara Timur Meledak Jadi Primadona Wisata

politicanews.id – Tren perjalanan kereta api menuju ujung timur Pulau Jawa tengah menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Layanan KA Mutiara Timur yang menghubungkan Surabaya menuju Ketapang Banyuwangi kini menjadi primadona baru bagi para pelancong yang ingin mengejar keindahan alam Jawa Timur hingga gerbang menuju Bali.

Data terbaru menunjukkan angka yang fantastis di mana sebanyak 304.522 pelanggan telah menggunakan layanan ini sepanjang periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut mencatatkan kenaikan tajam sebesar 22,78 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Fenomena ini sejalan dengan membludaknya arus wisatawan yang memadati Kabupaten Banyuwangi.

KA Mutiara Timur Meledak Jadi Primadona Wisata
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa daya tarik utama rute ini terletak pada fleksibilitas dan pemandangan yang ditawarkan. Penumpang tidak hanya sekadar berpindah tempat namun juga diajak menikmati perjalanan estetik melalui pilihan layanan Kereta Panoramic yang memiliki bidang pandang lebih luas.

COLLABMEDIANET

Rute ini menjadi urat nadi penting bagi mobilitas masyarakat. Dari Surabaya para penumpang bisa menjangkau berbagai kota di timur Jawa hingga akhirnya tiba di Ketapang untuk melanjutkan perjalanan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Konektivitas yang mulus ini terbukti dari tingginya pergerakan penumpang di Stasiun Ketapang yang mencapai lebih dari 615 ribu orang.

Lonjakan ini juga memberikan dampak domino yang positif bagi ekonomi lokal. Kehadiran ribuan penumpang setiap harinya secara otomatis menghidupkan sektor transportasi lokal hingga industri kuliner dan akomodasi di sepanjang jalur perjalanan. Dengan integrasi antara kereta api dan penyeberangan feri perjalanan menuju Pulau Dewata kini terasa semakin mudah dan menyenangkan bagi masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar