politicanews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk membersihkan ibu kota dari ancaman gelap peredaran narkotika. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk bersinergi penuh dengan pihak kepolisian guna memberantas jaringan narkoba yang meresahkan warga.
Langkah kolaboratif ini tidak hanya menyasar pada penggerebekan bandar narkoba, tetapi juga mencakup penataan kawasan-kawasan rawan di Jakarta. Pramono menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Kapolri dan Kapolda Metro Jaya dalam menciptakan ketertiban umum. Salah satu fokus utamanya adalah menata wilayah seperti Tanah Abang, khususnya di area Kebon Melati dan Kebon Kacang, dengan pendekatan yang humanis tanpa melakukan penggusuran.

Upaya pembersihan ini menjadi sangat krusial menyusul aksi heroik aparat gabungan yang baru-baru ini membongkar sarang narkoba di Jakarta Barat. Dalam sebuah operasi besar, sebanyak 24 orang berhasil diringkus saat diduga kuat sedang mengedarkan barang haram tersebut. Operasi penindakan ini menyasar dua titik panas, yakni Kampung Ambon dan Kampung Boncos.

Related Post
Berdasarkan data kepolisian, dari total tersangka yang diamankan, 16 orang ditemukan di wilayah Kampung Ambon, sementara 8 lainnya ditangkap di kawasan Kampung Boncos. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya akan terus bergerak bersama untuk menyisir kawasan-kawasan kumuh yang selama ini menjadi zona merah kriminalitas.
Melalui koordinasi yang intensif, pemerintah berharap Jakarta dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih aman, nyaman, dan bersih dari pengaruh narkotika bagi seluruh lapisan masyarakat.










Tinggalkan komentar