Waspada Bahaya Satwa di Bandara Asia Tenggara

Waspada Bahaya Satwa di Bandara Asia Tenggara

politicanews.id – Ancaman tersembunyi dari satwa liar kini menjadi sorotan utama dalam dunia penerbangan Asia Tenggara. Indonesia secara resmi mengambil peran penting sebagai tuan rumah pelatihan regional guna membedah strategi mitigasi risiko berbasis data untuk melindungi keselamatan pesawat dari gangguan hewan di sekitar bandara.

Langkah strategis ini diambil melalui penyelenggaraan pelatihan COSCAP-SEA dan WBA di Jakarta yang melibatkan delegasi dari sembilan negara, mulai dari Vietnam, Malaysia, hingga Filipina. Fokus utamanya adalah menghadapi tantangan serius berupa risiko tabrakan burung atau satwa liar yang kerap mengintai fase kritis penerbangan seperti saat lepas landas dan mendarat.

Waspada Bahaya Satwa di Bandara Asia Tenggara
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Putu Eka Cahyadhi menekankan bahwa mengusir hewan saja tidak cukup. Dibutuhkan sistem pengelolaan risiko yang sistematis dan berkelanjutan agar keselamatan operasional tetap terjaga. Hal ini menjadi krusial mengingat data ICAO menunjukkan bahwa risiko satwa liar merupakan salah satu ancaman tambahan yang paling banyak diidentifikasi di kawasan Asia Pasifik.

COLLABMEDIANET

Indonesia sendiri menghadapi tantangan unik karena kondisi geografisnya. Sebagai negara kepulauan dengan ekosistem yang beragam, banyak bandara di Indonesia yang berdekatan dengan hutan, lahan basah, hingga area pertanian yang menjadi habitat alami berbagai spesies burung migran.

Untuk memberikan gambaran nyata, para peserta dari berbagai negara ini juga melakukan studi lapangan langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka mempelajari bagaimana langkah mitigasi diterapkan di lapangan guna memastikan setiap potensi bahaya dapat dideteksi dan dikendalikan sebelum menjadi insiden serius. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu menciptakan standar keselamatan penerbangan yang lebih tangguh bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara di kawasan tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar