politicanews.id – Kabar duka menyelimuti jagat seni dan politik Indonesia setelah Guruh Soekarnoputra menghembuskan napas terakhirnya Sabtu pagi. Kediaman almarhum di Jakarta seketika menjadi pusat perhatian, dibanjiri para pelayat dari berbagai latar belakang, mulai dari musisi legendaris hingga pejabat tinggi negara.
Salah satu yang tampak hadir adalah komposer kenamaan Addie MS, didampingi sang istri, penyanyi Memes. Dengan raut wajah sedih, Addie mengungkapkan rasa terkejutnya atas kepergian Guruh yang begitu cepat. "Kami memang tahu Mas Guruh sakit, itu privasi beliau, tapi sungguh tak menyangka secepat ini," ujarnya. Addie menambahkan, Guruh telah mewariskan kekayaan seni yang tak terhingga bagi bangsa. Ia mengenang bagaimana rumah duka itu selalu menjadi titik kumpul para seniman, penari, dan musisi, bahkan kini telah diakui sebagai cagar budaya.

Tak lama berselang setelah Addie MS dan Memes meninggalkan lokasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut datang memberikan penghormatan terakhir, meski memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada awak media. Sejumlah seniman lain yang juga terlihat di antara kerumunan pelayat meliputi aktris senior Widyawati, komedian Asri Welas, serta penyanyi Thomas Djorghi.

Related Post
Deretan tokoh politik dan hukum papan atas juga tak ketinggalan menyampaikan belasungkawa. Tampak hadir Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), serta Wakil Presiden Ke-11 Boediono. Beberapa menteri kabinet seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga terlihat. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie turut hadir mengisi daftar panjang pelayat.
Tak ketinggalan, jajaran pengurus dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan solidaritas mereka. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, Krisdayanti, Yasonna Laoly, Putra Nababan, Ganjar Pranowo, hingga Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) terlihat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Guruh Soekarnoputra berpulang pada usia 73 tahun, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta. Almarhum dikenal sebagai putra bungsu Proklamator RI Soekarno dengan Fatmawati, sekaligus adik dari Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Sepanjang hidupnya, Guruh dikenal luas sebagai sosok multitalenta, memadukan kiprahnya di dunia seni dan politik. Ia pernah mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selama beberapa periode, yakni 1992-1997 dan 1999-2024, menunjukkan dedikasinya pada pembangunan bangsa.
Bakat seni Guruh telah terasah sejak dini, terutama dalam bidang tari dan musik. Ia adalah pendiri grup kesenian legendaris Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production dan Swara Mahardhika, yang banyak melahirkan karya-karya monumental. Guruh juga membentuk grup musik inovatif seperti Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama musisi ternama Keena Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Salah satu mahakaryanya yang abadi adalah lagu "Kala Sang Surya Tenggelam" yang begitu indah dilantunkan oleh Chrisye.
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh Soekarnoputra juga pernah menapaki bahtera rumah tangga dengan Guseynova Sabina Padmavati, wanita asal Uzbekistan, dari tahun 2002 hingga 2009.










Tinggalkan komentar