politicanews.id – Aksi massa yang bergerak cepat akhirnya membuahkan hasil di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Sebuah gerai minuman beralkohol bernama Sari Jaya yang berlokasi di Kelurahan Ngantru terpaksa harus gulung tikar setelah disegel oleh Satpol PP dan Damkar setempat. Langkah tegas ini diambil menyusul gelombang protes dari organisasi masyarakat Ansor dan Banser yang menolak keras keberadaan tempat tersebut di lingkungan mereka.
Penyegelan ini bukan tanpa alasan kuat. Berdasarkan hasil investigasi tim gabungan, gerai yang mulai beroperasi sejak awal Oktober tersebut ternyata nekat menjalankan bisnis tanpa mengantongi izin resmi. Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Trenggalek Purwo Edi Prawito menegaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman warga dari aktivitas yang dianggap mengganggu.

Kondisi semakin pelik saat pemeriksaan dilakukan. Meski produk minuman yang dijual memiliki pita cukai dan kode batang yang sah, namun izin operasional usahanya sama sekali tidak ditemukan dalam sistem Online Single Submission atau OSS. Hal ini menunjukkan bahwa legalitas produk tidak menjamin legalitas tempat penjualannya. Petugas bahkan menemukan berbagai jenis minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi di dalam gerai tersebut.

Related Post
Ketegangan sempat memuncak saat puluhan anggota Banser dan GP Ansor mendatangi lokasi setelah sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa. Muhammad Izuddin Zakki atau yang akrab disapa Gus Zaki selaku Ketua PC GP Ansor Trenggalek memberikan peringatan keras. Ia tidak hanya menuntut penutupan gerai tetapi juga mendesak agar seluruh stok minuman keras segera diangkut dari lokasi agar tidak ada lagi praktik jual beli secara sembunyi-sembunyi.
Gus Zaki bahkan memberikan ultimatum kepada pihak pengelola untuk segera membersihkan seluruh stok miras dalam waktu dua kali dua puluh empat jam. Jika tuntutan tersebut diabaikan, massa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah personel yang jauh lebih besar. Saat ini pemerintah daerah tengah mengkaji sanksi lebih lanjut guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Trenggalek.










Tinggalkan komentar