politicanews.id – Dunia internasional kembali dibuat terpukau oleh pesan perdamaian yang dibawa langsung dari jantung diplomasi global. Di tengah hiruk pikuk Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Menteri Luar Negeri RI Sugiono sukses mencuri perhatian seluruh delegasi dunia melalui sebuah aksi simbolis yang sangat menyentuh. Bukan sekadar pidato formal, Sugiono membuka pernyataan nasional Indonesia dengan rangkaian salam lintas agama yang menjadi identitas kuat bangsa Indonesia.
Momen magis ini terjadi saat Sugiono melantunkan salam mulai dari Assalamualaikum hingga Rahayu di hadapan para pemimpin dunia. Suasana sidang yang biasanya kaku seketika berubah hangat ketika para delegasi memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas pesan keberagaman tersebut. Hal ini membuktikan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya milik warga Indonesia, melainkan pesan universal yang sangat dibutuhkan dunia saat ini.

Dalam orasinya yang berlangsung selama 17 menit, Menlu Sugiono menegaskan bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya mengelola perbedaan. Ia menekankan bahwa keberagaman suku dan agama bukanlah beban, melainkan fondasi utama untuk membangun ketahanan nasional yang nantinya akan berdampak pada stabilitas kawasan hingga ketahanan global. Indonesia dinilai berhasil membuktikan bahwa perbedaan bisa menjadi energi positif melalui dialog dan demokrasi.

Related Post
Menariknya, aksi diplomasi budaya ini merupakan kelanjutan dari jejak yang ditinggalkan Presiden Prabowo Subianto pada sidang tahun sebelumnya. Melalui rangkaian salam yang inklusif, Indonesia secara konsisten mengirimkan pesan kepada dunia bahwa harmoni antarumat beragama adalah kunci utama untuk menjaga perdamaian dunia. Pesan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh bangsa bahwa hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar umat manusia adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang damai.








Tinggalkan komentar