Dexa Group Sabet Penghargaan Ini Rahasia Suksesnya

Dexa Group Sabet Penghargaan Ini Rahasia Suksesnya

politicanews.id – Industri farmasi nasional kembali menorehkan prestasi gemilang. Dexa Group melalui anak perusahaannya PT Ferron Par Pharmaceuticals sukses meraih penghargaan bergengsi Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026. Pengakuan dari Kementerian Perindustrian ini bukan sekadar piala, melainkan sebuah dorongan kuat bagi sektor farmasi halal untuk terus berinovasi dan bersaing di kancah global.

Ferron Par Pharmaceuticals dinobatkan sebagai yang terbaik dalam kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional. Direktur Utama Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno menegaskan, penghargaan ini adalah bukti nyata apresiasi pemerintah terhadap komitmen perusahaan. Mereka telah berupaya konsisten membangun industri farmasi yang patuh pada kaidah halal. "Ini juga menjadi bentuk pembuktian bahwa apa yang telah kita usahakan mendapat apresiasi dari pemerintah," ujar Benny.

Dexa Group Sabet Penghargaan Ini Rahasia Suksesnya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Benny menambahkan, penerapan sistem jaminan produk halal di perusahaannya bukanlah respons dadakan terhadap regulasi. Sebaliknya, upaya ini telah dirintis secara bertahap dan berkesinambungan sejak tahun 2019. Kini, lebih dari 1.800 jenis produk (SKU) serta seluruh fasilitas produksi Ferron Par Pharmaceuticals telah mengantongi sertifikasi halal. Implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) ini juga menjadi strategi vital perusahaan untuk menjaga standar kualitas dan kehalalan, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar domestik maupun internasional.

COLLABMEDIANET

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya dalam Pembukaan Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang Banten, menekankan pentingnya pengembangan industri halal. Menurutnya, ini adalah bagian integral dari strategi Indonesia untuk mengukuhkan daya saing industri nasional dan memenangkan persaingan ekonomi global yang semakin ketat.

Mengutip laporan State of the Global Islamic Economy Report 2025-2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia di enam sektor ekonomi syariah diprediksi mencapai 2,6 triliun dolar AS pada tahun 2024. Angka ini diperkirakan melonjak hingga 3,6 triliun dolar AS pada tahun 2029. Agus mengingatkan, sertifikasi halal bukanlah tujuan akhir. Pelaku industri harus pula memiliki kapasitas produksi yang mumpuni serta akses pasar yang luas, terutama ke pasar-pasar internasional.

Penguatan industri halal, lanjutnya, harus diarahkan untuk memantapkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Hal ini sejalan dengan Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025-2029 yang menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia. Antusiasme terhadap IHYA 2026 sendiri menunjukkan tren positif, dengan peningkatan jumlah pendaftar menjadi 1.091 peserta. Dari seleksi ketat, 23 entitas terbaik berhasil terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar