politicanews.id – Lalu lintas penyeberangan antara Pulau Jawa dan Bali tengah bersiap menghadapi transformasi besar. PT ASDP Indonesia Ferry Persero secara agresif melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di lintasan vital Ketapang-Gilimanuk guna mengantisipasi lonjakan arus mudik serta libur akhir tahun mendatang.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan konektivitas antar pulau tetap lancar saat memasuki periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Fokus utama pengembangan terletak pada peningkatan kapasitas dermaga di kedua sisi pelabuhan. Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Dermaga V kini tengah dikembangkan agar mampu menampung kapal hingga ukuran 5.000 GT dengan kapasitas beban mencapai 50 ton. Hal serupa juga diterapkan di Pelabuhan Gilimanuk melalui peningkatan kapasitas pada Dermaga II.

Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry Persero Nana Sutisna mengungkapkan bahwa proyek ini bertujuan memberikan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi. Dengan dermaga yang lebih mumpuni, kapal-kapal berukuran besar serta armada logistik yang kian masif dapat terakomodasi dengan lebih efisien. Meski target penyelesaian kontrak secara resmi jatuh pada Maret 2027, pihak manajemen berupaya keras mempercepat proses fisik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat jauh lebih awal.

Related Post
Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat sekitar 5 persen setiap tahunnya menjadi alasan kuat di balik proyek ambisius ini. Nana menekankan bahwa pengembangan Ketapang-Gilimanuk tidak boleh hanya fokus pada kekuatan dermaga semata. Perencanaan harus mencakup aspek yang lebih luas mulai dari pola operasional, aksesibilitas, hingga manajemen kendaraan logistik agar tercipta ekosistem transportasi yang terintegrasi.
Selain fokus pada pembangunan fisik, ASDP juga menjalin sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menata kawasan Pelabuhan Ketapang secara lebih terarah. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan mobilitas masa depan sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai urat nadi distribusi logistik nasional. Saat ini kondisi di lapangan terpantau mulai stabil dengan antrean kendaraan logistik yang sudah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami kepadatan panjang.










Tinggalkan komentar