politicanews.id – Dunia industri global tengah mengalami pergeseran paradigma yang sangat besar di mana label halal kini bukan lagi sekadar urusan ritual keagamaan semata. Konsep halal telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi raksasa yang menggerakkan roda perdagangan, arus investasi, hingga pembukaan lapangan kerja baru di berbagai belahan dunia.
Mala Nurilmala selaku Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University mengungkapkan bahwa cakupan halal saat ini sudah merambah ke ranah sains dan teknologi tinggi. Menurutnya, konsumen modern kini jauh lebih kritis dalam memperhatikan aspek ketertelusuran atau traceability serta keberlanjutan dari setiap bahan baku yang mereka gunakan. Hal ini menuntut industri untuk tidak hanya mengejar sertifikasi di atas kertas, tetapi juga memastikan seluruh rantai pasok bebas dari kontaminasi dan memiliki daya saing global yang kuat.

Potensi ekonomi di balik tren ini sangatlah fantastis. Data menunjukkan bahwa konsumsi umat Muslim di berbagai sektor ekonomi syariah telah menyentuh angka 2,6 triliun dolar AS pada tahun 2024. Angka fantastis ini diprediksi akan terus melonjak hingga mencapai 3,56 triliun dolar AS pada tahun 2029 mendatang.

Related Post
Indonesia sendiri berada di posisi yang sangat strategis untuk memimpin pasar ini. Dengan populasi Muslim yang mencapai 252,8 juta jiwa dan tingkat konsumsi rumah tangga yang sangat tinggi, Indonesia memiliki modal kuat untuk melakukan lompatan besar. Tantangan utamanya adalah bagaimana mengubah posisi Indonesia yang selama ini hanya menjadi pasar konsumen menjadi produsen utama yang mendominasi rantai pasok halal dunia dari hulu hingga ke hilir.










Tinggalkan komentar