politicanews.id – Dunia digemparkan oleh laporan mengejutkan dari Komisi Penyelidikan Independen PBB yang menuding militer Israel secara sistematis menjadikan anak-anak Palestina sebagai target utama. Tuduhan serius ini mengarah pada dugaan genosida dan kejahatan perang yang mengerikan di wilayah pendudukan.
Dalam sebuah konferensi pers di Jenewa pada Selasa lalu, Ketua Komisi, Srinivasan Muralidhar, menegaskan bahwa temuan mereka mengindikasikan adanya penargetan dan pembunuhan yang disengaja terhadap anak-anak Palestina oleh aparat keamanan Israel. Muralidhar juga menyoroti bagaimana Israel terus tak mengindahkan seruan gencatan senjata, menyebabkan anak-anak terus berjatuhan sebagai korban jiwa.

Komisi PBB tersebut secara tegas menyatakan bahwa tindakan penargetan anak-anak ini merupakan salah satu bukti kuat adanya "niat genosida" oleh otoritas Israel. Niat tersebut, menurut komisi, bertujuan untuk memusnahkan sebagian atau seluruh populasi Palestina di Jalur Gaza.

Related Post
Tak hanya itu, laporan ini juga mengungkap praktik kejam lainnya. Anak-anak Palestina disebut telah mengalami penangkapan, penyiksaan, dan perlakuan tidak manusiawi di dalam fasilitas penahanan Israel. Lebih lanjut, penghancuran fasilitas vital seperti rumah sakit bersalin, pusat perawatan pasca-kelahiran, panti asuhan, dan sekolah, secara fundamental menghancurkan masa depan generasi Palestina.
Komisi PBB bahkan telah menunjuk unit-unit militer tertentu dalam pasukan keamanan Israel yang bertanggung jawab atas kematian dan luka-luka yang dialami oleh anak-anak Palestina. Sejak eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023, lebih dari 70.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa dan lebih dari 170.000 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, pihak Israel melaporkan 1.200 korban jiwa dari sisi mereka.








Tinggalkan komentar