politicanews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi perubahan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Warga diminta bersiap menghadapi guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang serta ancaman gelombang tinggi di sejumlah perairan pada akhir pekan ini.
Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa pada Sabtu pagi sebagian besar wilayah Sumut akan diselimuti awan dengan peluang hujan ringan. Memasuki siang hingga sore hari intensitas hujan diprediksi meningkat menjadi ringan hingga sedang merata di banyak lokasi. Malam harinya hujan ringan hingga sedang masih berlanjut bahkan beberapa daerah seperti Langkat dan Labuhanbatu Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 14 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembaban 60 sampai 100 persen. Angin akan bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 10 kilometer per jam.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Penyesuaian aktivitas di luar ruangan menjadi krusial mengingat potensi hujan yang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk menghindari dampak buruk dari kondisi cuaca yang tidak menentu.

Related Post
Selain hujan ancaman lain datang dari perairan Sumatera Utara. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II memprediksi gelombang tinggi berpotensi menerjang sejumlah perairan mulai tanggal 18 hingga 20 Juli. Pola angin di wilayah perairan Sumut umumnya bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 5 hingga 25 knot. Gelombang laut dengan ketinggian 125 hingga 25 meter berpeluang terjadi di perairan timur Kepulauan Nias perairan barat Kepulauan Batu perairan barat Kepulauan Nias Samudera Hindia barat Kepulauan Nias Perairan Kepulauan Batu dan perairan barat Sumatera Utara.
Peringatan khusus ditujukan bagi para nelayan dan operator kapal tongkang. Nelayan diminta untuk ekstra hati-hati jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 125 meter. Sementara itu kapal tongkang harus meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 15 meter. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi laut yang berpotensi membahayakan ini.










Tinggalkan komentar