Bali Kunci Pasar Karbon RI Dunia Terkuak

Bali Kunci Pasar Karbon RI Dunia Terkuak

Ditulis oleh

di

politicanews.id – Pulau Dewata Bali kembali menjadi sorotan dunia sebagai tuan rumah gelaran akbar Indonesia Carbon and Biodiversity Summit ICBS 2026. Acara yang berlangsung di Nusa Dua Badung pada 8-9 September ini digadang sebagai lokomotif kolaborasi strategis demi memacu geliat pasar karbon dan pelestarian keanekaragaman hayati di tanah air. Ini bukan sekadar konferensi biasa melainkan titik temu krusial bagi masa depan ekonomi hijau Indonesia.

Ketua Umum Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance ICBA Rob Raffael Kardinal menegaskan bahwa pengembangan pasar karbon nasional tak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan sebuah ekosistem yang solid dan saling terhubung melibatkan pemerintah pengembang proyek pemilik investor pembeli karbon institusi keuangan hingga seluruh lapisan masyarakat. Regulasi saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan signifikan. Kualitas proyek pendanaan permintaan dari pembeli serta pemahaman dan kapasitas yang memadai di seluruh lini adalah fondasi mutlak.

Bali Kunci Pasar Karbon RI Dunia Terkuak
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

ICBS 2026 yang diinisiasi oleh ICBA dirancang khusus untuk menciptakan jembatan komunikasi dan peluang investasi. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah kebijakan sekaligus membuka keran kolaborasi nyata. Rob menambahkan bahwa ajang ini bertujuan agar para pengembang proyek dapat berinteraksi langsung dengan investor dan pembeli karbon membangun jaringan kuat serta meningkatkan kapasitas dan pertukaran pengetahuan.

Gubernur Bali I Wayan Koster turut menyoroti peran vital Bali dalam percakapan global seputar ekonomi hijau perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran ICBS di Bali memperkuat posisi pulau ini sebagai pusat diskusi solusi lingkungan berskala internasional.

Pada hari pertama Selasa 8 September para peserta mendalami isu kebijakan integritas dan pendanaan pasar karbon Indonesia. Diskusi berfokus pada bagaimana proyek karbon dapat dirancang agar lebih menarik di mata investor dan pembeli global. Sementara itu hari kedua Rabu 9 September akan mengupas integrasi kebijakan karbon biru teknologi karbon keanekaragaman hayati serta proyeksi masa depan pasar karbon Indonesia menuju tahun 2027. Pertemuan ini diharapkan melahirkan terobosan konkret yang akan membawa Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta pasar karbon global.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *