politicanews.id – Dunia ekonomi Indonesia tengah mengalami pergerakan besar dengan sejumlah kebijakan strategis yang mulai digulirkan pemerintah. Salah satu sorotan utama adalah langkah Kementerian ESDM yang melakukan revisi terhadap Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026. Langkah berani ini diambil guna mempermudah jalur impor minyak mentah dari berbagai negara tanpa batasan yang kaku, di mana Badan Layanan Umum (BLU) nantinya akan dilibatkan secara aktif untuk memperkuat proses pengadaan energi nasional.
Di sisi lain, optimisme besar juga datang dari sektor pendapatan negara. Menko Bahlil Lahadalia secara agresif memasang target tinggi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral. Dari angka awal sebesar Rp137 triliun, pemerintah kini membidik angka fantastis mencapai Rp165 triliun pada tahun 2026 melalui strategi hilirisasi dan optimalisasi sumber daya yang lebih masif.

Kabar baik juga datang dari sektor pangan dan pasar modal. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tengah memperketat tata niaga pangan demi menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen, sembari menekan angka inflasi agar tetap stabil di bawah target. Sementara itu, geliat pasar modal Indonesia semakin terasa dengan adanya sembilan perusahaan yang kini tengah mengantre untuk melakukan penawaran saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia.

Related Post
Tak hanya soal ekonomi makro, kerja sama internasional juga memperkuat sektor kelautan. Pemerintah Amerika Serikat memberikan hibah senilai Rp4 miliar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melindungi situs sejarah bawah laut bangkai kapal USS Houston di Teluk Banten. Program pelestarian ini diharapkan mampu menjaga warisan budaya Perang Dunia II tersebut dari ancaman kerusakan lingkungan dan pengambilan material ilegal.










Tinggalkan komentar