politicanews.id – Semangat juang para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia harus menjadi api yang membakar semangat kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Sulawesi Utara. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha saat memberikan arahan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Ulyas menekankan bahwa pengabdian kepada negara di era modern tidak lagi dilakukan melalui pertempuran fisik, melainkan melalui kualitas pelayanan publik yang prima. Ia meminta seluruh pegawai untuk tidak hanya terjebak dalam seremoni belaka, tetapi benar-benar mewujudkan nilai-nilai santri dalam bentuk kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Integritas dan disiplin menjadi poin utama yang harus dimiliki oleh setiap ASN. Menurutnya, keberanian untuk membela kebenaran serta rasa cinta tanah air yang mendalam adalah warisan berharga dari peristiwa Resolusi Jihad yang harus terus dijaga. ASN diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga kejujuran dan profesionalisme saat melayani warga tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Related Post
Melalui tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, momentum ini diharapkan mampu memacu peningkatan kompetensi pegawai. Ulyas ingin agar nilai-nilai akhlak mulia dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi yang dimiliki generasi santri dapat diimplementasikan oleh ASN guna membangun harmoni serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara.










Tinggalkan komentar