politicanews.id – Teknologi tercanggih pun seolah tak berdaya menghadapi ganasnya arus bawah laut di kawasan Taman Nasional Komodo. Setelah sepuluh hari melakukan operasi besar-besaran, pencarian terhadap seorang dive master berinisial VBJ yang hilang akibat tenggelamnya KM Feronia masih menemui jalan buntu. Meski berbagai alat pemindai mutakhir telah dikerahkan, keberadaan korban maupun bangkai kapal tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengungkapkan bahwa tim gabungan telah mengerahkan segalanya mulai dari kapal pemburu cepat hingga drone robot bawah laut. Namun, hasil evaluasi dari rekaman drone dan pemindaian sonar menunjukkan hasil nihil. Dinamika arus bawah laut yang sangat kuat di titik-titik seperti Tatawa Besar hingga Sebayur menjadi penghalang utama bagi tim untuk menemukan titik koordinat korban.

Operasi penyelamatan ini melibatkan kekuatan penuh dari 76 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, KKP, hingga unsur masyarakat. Tak tanggung-tanggung, peralatan kelas berat seperti remotely operated vehicle (ROV) dan side scan sonar milik Koarmada II juga diterjunkan untuk menyisir dasar laut. Sayangnya, medan yang ekstrem membuat upaya maksimal tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Related Post
Dengan berakhirnya masa operasi SAR secara resmi oleh Basarnas Maumere, kini fokus beralih pada patroli rutin oleh Ditpolairud Polda NTT. Pihak kepolisian meminta bantuan kepada seluruh pelaku wisata bahari dan nelayan yang melintas di perairan Labuan Bajo untuk tetap waspada. Jika melihat tanda-tanda keberadaan KM Feronia atau petunjuk lainnya, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan call center resmi.








Tinggalkan komentar