Api Sade Bakar Hati Warisan Budaya NTB

Api Sade Bakar Hati Warisan Budaya NTB

politicanews.id – Duka menyelimuti Kampung Adat Sade di Lombok Tengah setelah si jago merah melalap puluhan rumah tradisional. Peristiwa tragis ini bukan sekadar kerugian materi, melainkan sebuah peringatan keras bagi seluruh Nusa Tenggara Barat tentang rapuhnya sistem perlindungan warisan budaya. Komunitas Lombok Heritage and Science Society LHSS menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapsiagaan bencana di kawasan adat.

Muhammad Ali Akbar Ketua LHSS di Mataram Minggu menegaskan bahwa sebagian besar bangunan di kampung adat terbuat dari material mudah terbakar seperti ilalang dan bambu namun mitigasi bencananya nyaris tidak ada. Ia menyoroti minimnya proteksi kebakaran mandiri serta pengamanan instalasi listrik yang belum memadai di permukiman tradisional tersebut. Menurutnya pemerintah bersama masyarakat harus segera meninjau ulang sistem proteksi kebakaran di seluruh desa adat demi mencegah terulangnya insiden serupa.

Api Sade Bakar Hati Warisan Budaya NTB
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Musibah ini menurut Ali Akbar menimbulkan kehilangan yang tak ternilai harganya. Kampung Adat Sade bukan hanya sekumpulan bangunan melainkan ikon budaya hidup living heritage utama Pulau Lombok. Kebakaran ini mengancam keberadaan arsitektur vernakular Suku Sasak yang otentik serta ruang sosial tempat ritual dan kehidupan harian masyarakat berlangsung. Lebih jauh dampak ekonomi juga sangat terasa mengingat banyak warga menggantungkan hidup dari kerajinan kain tenun yang kini lumpuh total.

COLLABMEDIANET

LHSS menyarankan agar proses pemulihan pascakebakaran tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata. Pemulihan harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat adat dan pelestarian pengetahuan budaya yang menjadi fondasi kehidupan Sade. Komunitas yang aktif meneliti dan melestarikan sejarah Sasak ini menekankan bahwa fisik bangunan dapat dibangun kembali artefak bisa didata ulang namun memori kolektif tradisi lisan dan keahlian menenun melekat pada manusianya. Selama masyarakat adat berdaya kebudayaan Kampung Adat Sade tidak akan pernah mati.

Sebelumnya kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade di Desa Rambitan Kecamatan Pujut Lombok Tengah pada Sabtu malam. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB mencatat 89 rumah rusak parah akibat insiden ini. Beruntung tidak ada korban jiwa. Api baru berhasil dipadamkan pada Minggu dini hari setelah tim gabungan berjibaku sepanjang malam. Kampung Adat Sade sendiri dikenal sebagai permukiman Suku Sasak yang gigih mempertahankan bentuk rumah dan tata kehidupan tradisional. Dinas Kebudayaan NTB kini berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk penanganan dampak kebakaran ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar