politicanews.id – Dunia maya kini tengah menghadapi ancaman serius berupa penyebaran paham ekstremisme yang menyasar generasi muda. Menanggapi fenomena ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengambil langkah strategis dengan mengajak kaum milenial dan Gen Z untuk bertransformasi menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang digital yang sehat.
Melalui inisiatif Digital Peace Creator yang digelar di Lampung, Kepala BNPT Eddy Hartono menekankan bahwa mengisi internet dengan konten positif jauh lebih penting daripada sekadar membiarkan arus informasi mengalir tanpa kendali. Menurutnya, generasi muda harus berani mengambil peran sebagai produsen pesan damai guna membendung narasi kekerasan yang kerap bersembunyi di balik layar gadget.

Langkah ini juga merupakan bentuk implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman. Eddy menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk pecah, melainkan kekuatan yang harus dirayakan melalui sikap saling menghargai.

Related Post
Tak hanya soal konten media sosial, BNPT juga menyoroti risiko paparan radikalisme melalui platform lain seperti gim daring. Menanggapi hal tersebut, pihak BNPT telah menjalin komunikasi dengan para pemilik platform gim untuk memastikan perlindungan bagi pengguna usia muda. Sinergi ini diperkuat dengan adanya regulasi baru dari Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai tata kelola sistem elektronik demi melindungi anak-anak di dunia maya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut memberikan motivasi agar teknologi digunakan sebagai alat pemersatu bangsa dan penggerak kemajuan daerah. Ia mengingatkan agar pemuda tidak terjebak dalam penggunaan teknologi yang justru memicu perpecahan.
Program Digital Peace Creator sendiri telah diikuti oleh ratusan peserta yang dibekali keterampilan teknis untuk mengolah konten kreatif. Para peserta diajarkan cara memproduksi informasi yang edukatif, bebas dari unsur SARA, serta mampu menangkal hoaks. Dengan pendekatan ini, BNPT berharap generasi masa depan tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi menjadi kreator cerdas yang mampu menjaga solidaritas sosial di ruang digital.










Tinggalkan komentar