Penulis: Roestamar

  • Lisa Mariana Kembali Diperiksa KPK! Ada Apa?

    Lisa Mariana Kembali Diperiksa KPK! Ada Apa?

    Politica News – Selebgram Lisa Mariana kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan ini merupakan buntut dari pemeriksaan Jumat (22/8/2025) lalu, di mana kondisi kesehatan Lisa disebut kurang fit. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (25/8/2025), menjelaskan bahwa pemeriksaan ulang ini diperlukan untuk melengkapi keterangan yang sebelumnya belum tuntas. "Karena kondisi kesehatan yang kurang baik kemarin, pemeriksaan saudari LM akan dijadwalkan ulang," ungkap Budi. Meski demikian, Budi belum bisa memastikan tanggal pasti pemeriksaan selanjutnya. "Kami masih berkoordinasi dan akan memberikan update terkait jadwal pemeriksaan," tambahnya.

    Informasi yang berhasil dihimpun politicanews.id menyebutkan, pemeriksaan Lisa Mariana berfokus pada aliran dana non-bujeter di Bank BJB. Budi menegaskan, "Pemeriksaan mendalami aliran uang dana non-bujeter yang dikelola di Corsec Bank BJB." Pertanyaan kunci yang menggantung di udara: apakah Lisa Mariana mengetahui atau terlibat dalam dugaan penyelewengan dana tersebut? Publik menanti kejelasan dari proses hukum yang sedang berjalan. Kasus ini menjadi sorotan tajam, mengingat status Lisa Mariana sebagai figur publik. Bagaimana kelanjutan pemeriksaan ini dan apa yang akan terungkap? Kita tunggu saja.

    Lisa Mariana Kembali Diperiksa KPK! Ada Apa?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net
  • Jenderal Bintang Tiga Baru RSPAD: Siapa Dia?

    Jenderal Bintang Tiga Baru RSPAD: Siapa Dia?

    Politica News – Mayjen TNI Ichsan Firdaus resmi ditunjuk sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Pengangkatannya berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025, yang ditandatangani Jenderal Agus Subiyanto pada 15 Agustus 2025. Jabatan strategis ini sebelumnya kosong setelah Letjen TNI Albertus Budi Sulistya purna tugas pada Maret 2024. Penunjukan ini menarik perhatian, mengingat jabatan Kepala RSPAD Gatot Soebroto memiliki sejarah panjang dan pernah dijabat oleh perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal. Artinya, Mayjen Ichsan Firdaus berpeluang besar untuk segera menyandang pangkat bintang tiga.

    Jejak karir Ichsan sebelum menduduki posisi puncak di RSPAD Gatot Soebroto pun menarik untuk ditelusuri. Sebelum diangkat menjadi kepala RSPAD, ia menjabat sebagai Wakil Kepala RSPAD sejak 9 April 2025, menggantikan Mayjen TNI Dr. dr. Sukirman, S.H., Sp.KK., M.Kes., FINSDV., FAADV. Sertijab kala itu dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Perjalanan karirnya yang mengarah ke pucuk pimpinan RSPAD ini tentu menyimpan kisah dan dedikasi yang patut diapresiasi.

    Jenderal Bintang Tiga Baru RSPAD: Siapa Dia?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Sejarah kepemimpinan RSPAD sendiri cukup dinamis. Berdasarkan data dari rspadgs.mil.id, jabatan kepala RSPAD pernah diserahterimakan dari Brigjen TNI dr. Hardjanto, Sp.B, kepada Brigjen TNI dr. Terawan Agus Putranto, Sp Rad (K) RI pada 1 Juni 2015. Pada tahun 2016, jabatan ini ditingkatkan menjadi jabatan Mayor Jenderal, dan kemudian dinaikkan lagi menjadi Letnan Jenderal pada 2019. Sejumlah nama perwira tinggi telah memimpin RSPAD, termasuk Letjen TNI Terawan Agus Putranto (2015-2019), Letjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto (2020), dan Letjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya (2020-2024). Dengan demikian, pengangkatan Mayjen Ichsan Firdaus menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan rumah sakit militer ternama ini. Publik pun menantikan gebrakan apa yang akan dilakukan oleh jenderal bintang tiga masa depan ini di RSPAD Gatot Soebroto.

  • Irjen Agus Suryonugroho: Wajah Baru Kepolisian!

    Irjen Agus Suryonugroho: Wajah Baru Kepolisian!

    Politica News – Apresiasi membanjir untuk Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri. Program inovatifnya, "Polantas Menyapa," tak hanya sekadar jargon, melainkan bukti nyata perubahan paradigma kepolisian di bidang lalu lintas. Program ini, yang juga mengusung tagline "Polisi Senyum," mendapat pujian dari berbagai kalangan, termasuk Nasky Putra Tandjung, analis politik dan pemerhati sosial dari Indef School of Political Economy Jakarta.

    Menurut Nasky, "Polantas Menyapa" bukan hanya sekadar partisipasi dalam kegiatan masyarakat. Lebih dari itu, program ini menyentuh kebutuhan riil masyarakat dengan mengedepankan pesan keselamatan, kedisiplinan, dan humanisme. "Publik menilai program ini sangat edukatif, humanis, dan inovatif," ujar Nasky. Ia menambahkan bahwa program ini muncul sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan lalu lintas yang ramah, proaktif, dan solutif – sebuah manifestasi nyata dari semangat Polri Presisi.

    Irjen Agus Suryonugroho: Wajah Baru Kepolisian!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Nasky menekankan pentingnya perubahan pendekatan kepolisian lalu lintas. Baginya, lalu lintas bukan hanya soal kendaraan dan peraturan, melainkan juga cerminan budaya bangsa. "Polantas Menyapa" menjadi langkah strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. "Petugas polisi lalu lintas adalah garda terdepan kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keramahan, sapaan, dan edukasi yang diberikan melalui program ini menjadi simbol kedekatan, keramahan, dan empati," tegas Nasky. Ia menilai, Irjen Agus Suryonugroho telah berhasil menghadirkan perubahan yang signifikan dalam citra kepolisian di mata masyarakat. Inovasi ini, menurut Nasky, layak mendapatkan pengakuan sebagai sebuah perubahan nyata di bidang lalu lintas.

  • Prabowo Beri Amnesti, Publik Merestui?

    Prabowo Beri Amnesti, Publik Merestui?

    Politica News – Hasil survei nasional Polling Institute mengejutkan! Kebijakan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti dan abolisi kepada Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto ternyata mendapat dukungan mayoritas publik. Angka 45,2 persen responden menyatakan setuju dengan langkah kontroversial tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi di balik angka ini?

    Survei ini mengungkap sebuah dinamika menarik dalam persepsi publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika politik, kebijakan kontroversial ini justru menuai dukungan yang cukup signifikan. Kennedy Muslim, Peneliti Utama Polling Institute, menjelaskan temuan ini sebagai indikasi kuatnya dukungan publik terhadap langkah Presiden Prabowo yang beralasan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Prabowo Beri Amnesti, Publik Merestui?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Namun, angka 45,2 persen bukanlah angka mutlak. Ini menunjukkan sebuah persepsi yang terbagi. Pertanyaannya, apa yang mendasari dukungan tersebut? Apakah semangat persatuan yang diusung Presiden Prabowo benar-benar menemukan gema di hati rakyat? Atau ada faktor lain yang mempengaruhi persepsi publik?

    Survei ini membuka ruang untuk analisis lebih dalam mengenai dinamika politik dan persepsi publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Apakah langkah amnesti dan abolisi ini akan berdampak positif terhadap stabilitas politik dan persatuan bangsa? Ataukah justru akan menimbulkan kontroversi baru? Waktu akan memberikan jawabannya. Yang pasti, angka dalam survei ini telah memicu perdebatan dan menjadi bahan renungan bagi semua pihak.

  • Mantan Wamenaker Bantah OTT, KPK: Tersangka Berhak Membantah!

    Mantan Wamenaker Bantah OTT, KPK: Tersangka Berhak Membantah!

    Politica News – Heboh! Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel, mengatakan dirinya tak terlibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan ini muncul setelah KPK menetapkan Noel sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Tenaga Kerja. Namun, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, memberikan tanggapan tegas. "Bantahan itu hak tersangka," ujar Setyo, Minggu (24/8/2025).

    Sikap KPK terkesan tenang menghadapi bantahan Noel. Setyo menjelaskan, proses hukum akan terus berjalan. Tim penyidik akan fokus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memperkuat kasus dugaan pemerasan tersebut. "Yang terpenting adalah penyidik bisa membuktikan perbuatan melawan hukumnya," tegasnya.

    Mantan Wamenaker Bantah OTT, KPK: Tersangka Berhak Membantah!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Pernyataan Noel yang membantah keterlibatannya dalam OTT KPK dan menepis tuduhan pemerasan disampaikan langsung di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025). Ia bahkan membela para tersangka lain yang juga ditetapkan dalam kasus ini, dengan menyatakan mereka tidak terlibat dalam aksi pemerasan.

    Pernyataan Noel ini tentu saja memicu pertanyaan publik. Apakah bantahan ini bagian dari strategi hukum? Ataukah ada fakta lain yang belum terungkap? Publik pun menunggu kelanjutan proses hukum dan bukti-bukti yang akan diungkap KPK untuk menguak kebenaran di balik kasus ini. Langkah KPK selanjutnya akan menjadi sorotan tajam, mengingat pernyataan bertolak belakang antara tersangka dan lembaga antirasuah ini. Kasus ini pun menjadi catatan penting bagi transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di Indonesia.

  • Rahasia di Balik Mutasi 18 Jenderal Bintang Satu!

    Rahasia di Balik Mutasi 18 Jenderal Bintang Satu!

    Politica News – Geger! Sebanyak 18 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur di berbagai institusi TNI, mendadak dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Mutasi besar-besaran ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 1102/VIII/2025, ditetapkan pada 15 Agustus 2025 dan ditandatangani Kepala Sekretariat Umum TNI, Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan. Daftar lengkap 414 perwira yang terkena imbas mutasi ini pun telah beredar.

    Informasi yang dihimpun politicanews.id menyebutkan, mutasi ini meliputi berbagai posisi strategis. Nama-nama seperti Brigjen TNI Togar PR L Pangaribuan (mantan Direktur Diklat Pusterad) dan Brigjen TNI M Yahya (mantan Direktur Rum Puspenerbad) termasuk di dalamnya. Mereka kini beralih peran menjadi penasihat khusus KSAD. Langkah ini menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat militer, mengingat posisi Direktur yang sebelumnya mereka emban cukup vital.

    Rahasia di Balik Mutasi 18 Jenderal Bintang Satu!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan adaptasi strategis TNI untuk menghadapi tantangan pertahanan nasional yang semakin kompleks. Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menambahkan, rotasi jabatan ini bukan sekadar pergeseran posisi, melainkan upaya sistematis untuk memperkuat organisasi dan menjaga profesionalisme prajurit. Mutasi ini juga selaras dengan visi TNI Prima (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif).

    Namun, beberapa kalangan menilai mutasi ini cukup mengejutkan. Perpindahan 18 Brigjen dari posisi Direktur ke Staf Khusus KSAD menimbulkan pertanyaan mengenai pertimbangan strategis di baliknya. Apakah ada perubahan kebijakan internal TNI yang signifikan? Ataukah ini bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan kader pemimpin masa depan? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menunggu jawaban resmi dari pihak berwenang. Yang jelas, mutasi ini menandai babak baru dalam dinamika kepemimpinan di tubuh TNI.

  • Strategi Jenderal Maruli: 38 Pati AD Jadi Ajudan!

    Strategi Jenderal Maruli: 38 Pati AD Jadi Ajudan!

    Politica News – Kejutan di tubuh TNI AD! Sebanyak 38 Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat (AD) mendadak dirotasi dan ditugaskan sebagai staf khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 tanggal 15 Agustus 2025, yang juga mencakup rotasi dan promosi 414 Pati TNI lainnya. Langkah berani Jenderal Maruli ini menimbulkan spekulasi beragam di kalangan pengamat militer.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa mutasi ini bukan sekadar pergeseran posisi. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari strategi sistematis untuk memperkuat organisasi TNI AD dan menjaga profesionalisme prajurit. "Ini adalah proses regenerasi kepemimpinan yang berkesinambungan, sekaligus adaptasi strategis TNI untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan nasional," tegasnya dalam keterangan pers di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (20/8/2025).

    Strategi Jenderal Maruli: 38 Pati AD Jadi Ajudan!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Dari total 414 Pati yang dimutasi, 200 berasal dari TNI AD, 130 dari TNI Angkatan Laut (AL), dan 84 dari TNI Angkatan Udara (AU). Mutasi besar-besaran ini diharapkan dapat menjaga dinamika organisasi dan meningkatkan kinerja satuan di seluruh matra. Langkah ini selaras dengan visi TNI Prima (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif) dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks. TNI, melalui visi ini, berkomitmen memperkuat soliditas internal, meningkatkan sinergi antar satuan, dan mempertahankan posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI.

    Daftar 38 Pati TNI AD yang kini menjadi staf khusus KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak termasuk nama-nama seperti Mayjen TNI Niko Fahrizal (mantan Pangdam IM), Brigjen TNI Ari Estefanus (mantan Ir Pussenarmed), Brigjen TNI Togar PR.L Pangaribuan (mantan Dirdiklat Pusterad), dan Brigjen TNI Wakhyono (mantan Kapoksahli Pangdam XIII/Mdk). Daftar lengkapnya tersedia di politicanews.id. Pergeseran jabatan ini menunjukkan komitmen Panglima TNI dalam mendorong regenerasi dan peningkatan kinerja. Namun, dampak jangka panjang dari strategi ini terhadap dinamika internal TNI AD masih perlu dipantau.

  • Noel Minta Amnesti?  DPR: Dulu Teriak Mati, Kini Minta Kasihani!

    Noel Minta Amnesti? DPR: Dulu Teriak Mati, Kini Minta Kasihani!

    Politica News – Anggota DPR dari Fraksi PKB, Abdullah, melontarkan sindiran tajam kepada Immanuel Ebenezer alias Noel. Noel, yang kini berstatus tersangka KPK atas kasus korupsi, mengemis amnesti kepada Presiden Prabowo Subianto. Sikap Noel ini dinilai Abdullah sebagai tindakan munafik dan tak mencerminkan jiwa ksatria.

    "Ingatkah kita betapa lantangnya Noel dulu menuntut hukuman mati bagi para koruptor? Ironis, kini ia justru memohon belas kasihan," ujar Abdullah kepada iNews Media Group, Sabtu (23/8/2025). Ia menekankan bahwa permintaan amnesti Noel justru kontraproduktif terhadap upaya edukasi publik untuk memberantas korupsi. Alih-alih meminta keringanan hukuman, Abdullah mendesak Noel untuk menghadapi proses hukum dengan lapang dada.

    Noel Minta Amnesti?  DPR: Dulu Teriak Mati, Kini Minta Kasihani!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Abdullah juga menyoroti tindakan Noel yang dinilai telah mempermalukan Presiden Prabowo Subianto. Presiden, tegas Abdullah, telah memecat Noel dan mendukung penuh proses hukum yang dijalankan KPK. Permintaan amnesti, menurutnya, hanya akan memperburuk citra Presiden dan menghambat upaya penegakan hukum yang sedang berjalan.

    "Tidak ada urgensi dan alasan strategis untuk mengabulkan permintaan amnesti Noel," tegas Abdullah. Ia menambahkan bahwa sikap DPR sejalan dengan Presiden Prabowo, yaitu mendukung penuh KPK untuk menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan. Permintaan Noel, bagi Abdullah, hanyalah sebuah upaya untuk menghindari konsekuensi hukum atas perbuatannya. Sikap Noel ini, menurutnya, merupakan tamparan bagi semangat anti-korupsi yang selama ini digaungkan. Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi siapapun agar tidak bermain api dan berani bertanggung jawab atas tindakannya.

  • Misteri Ijazah Jokowi: UGM Bungkam, Salinan Aman Tersimpan!

    Misteri Ijazah Jokowi: UGM Bungkam, Salinan Aman Tersimpan!

    Politica News – Polemik ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat. Namun, Universitas Gadjah Mada (UGM), almamater Jokowi, memberikan pernyataan tegas yang justru menambah lapisan misteri. Dalam podcast #UGMMenjawab Ijazah Joko Widodo di kanal YouTube UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, mengungkapkan bahwa kampus hanya menyimpan salinan ijazah presiden, bukan ijazah asli. "Sama seperti alumni UGM lainnya, kami hanya menyimpan salinan ijazah. Aslinya tetap dipegang oleh yang bersangkutan," jelas Sigit. Lebih lanjut, ia menegaskan, "Meskipun kami memiliki salinan, kami tidak akan memberikan atau membagikannya kepada siapa pun."

    Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar. Rektor UGM, Ova Emilia, menambahkan, "Jangan salahkan UGM atas keraguan mengenai keaslian ijazah. Universitas memiliki bukti dan data lengkap mengenai ijazah setiap mahasiswanya. Buktikan sendiri keaslian ijazah, jangan ragu-ragu pada UGM!" Ia menekankan bahwa pihak yang meragukan keaslian ijazah seharusnya membuktikan klaimnya, bukan mempertanyakan integritas UGM.

    Misteri Ijazah Jokowi: UGM Bungkam, Salinan Aman Tersimpan!
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro, turut memberikan penjelasan. Ia menyatakan cara paling efektif untuk membuktikan status alumni UGM adalah dengan menunjukkan ijazah. Pernyataan-pernyataan resmi dari petinggi UGM ini seakan mengunci rapat-rapat informasi terkait ijazah Jokowi, meninggalkan publik dengan pertanyaan: apa sebenarnya yang disembunyikan? Atau, mungkinkah ini strategi untuk meredam kontroversi yang berpotensi meluas? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menggantung, menanti jawaban yang lebih transparan dari pihak terkait.

  • Gubernur Kalbar Diperiksa KPK: Jalan Berliku Menuju Keadilan?

    Gubernur Kalbar Diperiksa KPK: Jalan Berliku Menuju Keadilan?

    Politica News – Heboh! Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Bukan soal kebijakan pemerintahan provinsi, melainkan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan saat ia masih menjabat Bupati Mempawah. Informasi ini mengemuka dari Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (23/8/2025). Asep menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada peran Ria Norsan dalam proyek jalan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah. Sebagai kepala daerah, kebijakan dan persetujuannya tentunya menjadi sorotan utama.

    "Perkara ini terkait masa jabatan beliau sebagai Bupati Mempawah," tegas Asep. Ia menambahkan, KPK tengah menyelidiki apakah ada kebijakan yang menyimpang atau indikasi penyelewengan dana dalam proyek tersebut. Proses investigasi ini tak main-main. Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di 16 lokasi selama empat hari penuh. Hasilnya? Sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik berhasil diamankan.

    Gubernur Kalbar Diperiksa KPK: Jalan Berliku Menuju Keadilan?
    Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

    Ketiga tersangka yang telah ditetapkan KPK dalam kasus ini menambah tekanan pada Gubernur Ria Norsan. Pertanyaan besar kini menggantung: seberapa jauh keterlibatan beliau dalam dugaan korupsi ini? Apakah pemeriksaan ini akan mengungkap jejaring korupsi yang lebih luas? Publik menanti kejelasan dan transparansi dari KPK dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas. Jalan menuju keadilan, tampaknya, masih berliku.