politicanews.id – Krisis air bersih mencekik warga di Cilandak Barat Jakarta Selatan selama sebulan terakhir. Ribuan jiwa di RT 10 RW 02 Kelurahan Cilandak Barat Kecamatan Cilandak kini harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan air harian. Mereka terpaksa bergantung pada sumber tak terduga dan merogoh kocek lebih dalam demi setetes air.
Sri salah seorang warga mengisahkan pahitnya perjuangan. Setiap hari ia harus bolak-balik ke mushala terdekat membawa ember dan galon. Air dari mushala menjadi satu-satunya tumpuan untuk mandi mencuci dan memasak. "Sudah sebulan ini saya ambil air dari mushala. Bolak-balik terus untuk keperluan sehari-hari" ujarnya dengan nada lelah namun bersyukur atas bantuan yang mulai mengalir dari pemerintah.

Bukan hanya tenaga yang terkuras beban finansial juga menghantui. Nia warga lain mengaku harus mengeluarkan biaya tak terduga untuk membeli air galon isi ulang. Dalam sehari Nia bisa menghabiskan lima hingga tujuh galon air. Dengan harga Rp7.000 per galon pengeluaran ini tentu memberatkan. "Selama kemarau panjang ini saya beli galon terus. Lima sampai tujuh galon sehari lumayan kan jadi pengeluaran tak terduga" keluhnya.

Related Post
Menyikapi kesulitan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor. Warga yang terdampak krisis air bersih dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 untuk mendapatkan bantuan. Pemerintah Kota Jakarta Selatan sendiri telah mengerahkan mobil tangki air gratis guna meringankan beban warga yang menderita akibat musim kemarau panjang ini.










Tinggalkan komentar