politicanews.id – Dunia digemparkan oleh peringatan keras dari seorang diplomat senior Iran. Abbas Araghchi, figur penting dalam diplomasi Iran, melontarkan kecaman tajam terhadap rencana kontroversial mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump berencana memanfaatkan aset Iran yang kini dibekukan untuk menutupi potensi kerugian kapal dan kargo di Selat Hormuz akibat serangan militer.
Araghchi menegaskan bahwa tindakan menyita kekayaan suatu negara demi melunasi klaim yang tidak memiliki keterkaitan langsung adalah sebuah preseden yang sangat berbahaya. Melalui platform X, ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang mendukung atau mengambil keuntungan dari dana tersebut harus menyadari konsekuensinya. "Begitu sebuah pemerintahan melegitimasi penyitaan semacam ini, tidak ada lagi aset milik siapa pun yang bisa dianggap aman," tulis Araghchi. Ia menambahkan, "Kekacauan yang akan terjadi setelahnya tidak akan berlangsung dengan indah atau damai."

Pernyataan Araghchi ini muncul menyusul pengumuman Trump pada Kamis (23/7) lalu. Saat itu, Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa AS akan menggunakan dana Iran yang berada di bawah kendali Washington untuk mengganti rugi segala kerusakan yang menimpa kapal, muatan, atau aset terkait di Selat Hormuz. "Setiap bentuk kerusakan, baik pada kapal, kargo, atau apa pun yang berhubungan, akan diganti rugi menggunakan dana Iran yang berada dalam kepemilikan dan kendali Amerika Serikat," tegas Trump.

Related Post
Meskipun Trump tidak memberikan detail spesifik mengenai sumber dana yang dimaksud, publik luas memahami bahwa miliaran dolar aset Iran masih terkunci akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Perselisihan terbaru ini semakin memperkeruh ketegangan yang telah lama membayangi hubungan AS dan Iran, di mana kedua belah pihak kerap terlibat dalam serangkaian serangan dan aksi balasan di kawasan strategis tersebut. Situasi ini menggarisbawahi potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak luas.










Tinggalkan komentar