politicanews.id – Washington kembali mengguncang panggung geopolitik global. Militer Amerika Serikat secara resmi mengumumkan pengaktifan kembali blokade maritim ketat di Selat Hormuz, sebuah langkah yang berpotensi memicu ketegangan baru di Timur Tengah. Pembatasan ini mulai berlaku efektif pada Selasa pukul 16.00 Waktu Bagian Timur, atau Rabu dini hari pukul 03.00 WIB.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui pernyataan di platform media sosial X menegaskan bahwa blokade ini ditujukan khusus untuk kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran, serta yang mengangkut kargo milik Teheran. Situasi ini diperparah dengan kehadiran lebih dari dua puluh kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan unit pesawat militer yang kini bersiaga penuh di seluruh kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut menekankan kesiapan tempur pasukan Amerika yang berada pada level tertinggi, menunjukkan kewaspadaan ekstrem dan kekuatan mematikan.

Sebelum keputusan blokade ini diumumkan, pasukan AS dilaporkan telah melancarkan serangkaian serangan tambahan yang menyasar target-target Iran, hanya satu jam sebelum pembatasan maritim diberlakukan.

Related Post
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya secara tegas menyatakan bahwa meskipun Selat Hormuz terbuka untuk lalu lintas pelayaran global, pengecualian tegas diberlakukan bagi Iran. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan akan diberlakukannya "Blokade PENUH" yang secara spesifik akan menyasar kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran, baik dalam hal tujuan pelayaran maupun kepemilikan kargo. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran.










Tinggalkan komentar