Politica News – Polda Bali meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang berdekatan dengan malam takbiran di berbagai wilayah Pulau Dewata. Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menegaskan fokus pengamanan pada seluruh rangkaian Nyepi, mulai dari Tawur Agung Kesanga, parade ogoh-ogoh, pengerupukan, hingga puncak Nyepi pada 19 Maret 2026.
Antisipasi kepadatan lalu lintas menjadi perhatian utama pada 18 Maret 2026, seiring pelaksanaan upacara Tawur Kesanga dan penempatan ogoh-ogoh di sejumlah titik. Kepolisian telah mengimbau agar ogoh-ogoh tidak ditempatkan di bahu jalan, terutama jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai.

Selain Nyepi, malam takbiran yang diperkirakan berlangsung di 308 titik di Bali juga menjadi fokus pengamanan. Meskipun tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah belum ditetapkan secara resmi, koordinasi dengan tokoh agama dan pemangku kepentingan telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi bentrokan kepentingan.

Related Post
"Dengan prinsip saling menghargai, semua tetap dilaksanakan namun dengan pembatasan," ujar Daniel. Pelaksanaan takbiran diizinkan di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pawai kendaraan, petasan, atau pengeras suara. Waktu pelaksanaan dibatasi pukul 18.00 hingga 21.00 Wita, mengedepankan toleransi dan moderasi beragama.
Polda Bali bersama instansi terkait telah menyiapkan pengaturan lalu lintas di kawasan strategis seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai. Tujuannya adalah memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur. Informasi ini dikutip dari politicanews.id.








Tinggalkan komentar