politicanews.id – Pemerintah kini tengah menggeser fokus pembangunan ekonomi kreatif agar tidak hanya berpusat di kota besar melainkan menyentuh langsung lapisan akar rumput di pedesaan. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kunci utama kemajuan ekonomi desa terletak pada pengasahan talenta lokal serta penguatan merek produk daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui Program Aktivasi Desa Kreatif, pemerintah menargetkan transformasi di 80 desa di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari peningkatan kapasitas SDM, pendampingan bisnis yang intensif, hingga pembukaan akses pasar hingga ke level global. Riefky menekankan bahwa instruksi Presiden sangat jelas yakni memperkuat potensi yang sudah ada di desa daripada sekadar membangun desa baru.

Salah satu contoh nyata implementasi program ini terlihat di Desa Adiluhur, Kebumen. Di sana, pemerintah melakukan intervensi melalui berbagai subsektor kreatif seperti konten digital, sulih suara, penyiaran, hingga jasa teknologi informasi. Para talenta lokal di desa tersebut tidak hanya diajarkan keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial dan literasi bisnis agar usaha mereka bisa bertahan dalam jangka panjang.

Related Post
Dalam praktiknya, para pelaku kreatif di desa juga mendapatkan pelatihan khusus seperti teknik bercerita dan seni berbicara di depan publik dari para ahli industri. Selain itu, melalui program sinergi inkubasi, para talenta di bidang teknologi informasi digembleng untuk membangun citra profesional agar mampu menarik klien berskala nasional. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan dari pelosok negeri.










Tinggalkan komentar