politicanews.id – Diplomasi kuliner unik baru saja digelar oleh Kedutaan Besar Jepang di Kota Vatikan melalui sebuah perjamuan spesial. Dalam acara yang berlangsung pada Kamis 8 Oktober tersebut, para duta besar dari berbagai negara disuguhi keahlian memasak belut khas Jepang di tengah memanasnya perdebatan global mengenai status konservasi spesies tersebut.
Suasana acara menjadi sangat menarik saat Jin Ogata, seorang koki legendaris generasi keempat dari Kitakyushu, mulai beraksi. Ia menyajikan hidangan Kabayaki, yakni belut bakar yang dibalut saus manis gurih. Menariknya, menu ini juga menghadirkan sentuhan klasik dengan bumbu anggur, saus ikan, dan madu yang konon telah menjadi favorit bangsa Romawi kuno.

Langkah Jepang menyajikan menu ini bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan sebagai respons atas penolakan Jepang terhadap usulan Uni Eropa dan Panama dalam Konvensi Washington terkait regulasi perdagangan spesies belut yang dianggap terancam punah. Dubes Jepang untuk Vatikan, Koji Abe, menegaskan bahwa populasi belut di negaranya sebenarnya masih dalam kondisi aman dan tidak sedang menghadapi risiko kepunahan.

Related Post
Eksistensi hidangan ini pun mendapat apresiasi langsung dari Peter Kveck, Dubes Hungaria untuk Vatikan. Ia mengaku baru pertama kali mencicipi belut Kabayaki dan memuji teknik memasaknya yang dianggap sangat sehat serta lezat. Acara ini seolah menjadi cara halus Jepang untuk menunjukkan bahwa tradisi kuliner belut mereka tetap layak dipertahankan di mata dunia.










Tinggalkan komentar