Wanita Kunci Ekonomi Bangkitkan Potensi Tersembunyi

Wanita Kunci Ekonomi Bangkitkan Potensi Tersembunyi

politicanews.id – Bank Indonesia gencar mengukuhkan peran vital perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi kelompok subsisten. Ini bukan sekadar program biasa namun sebuah strategi cerdas untuk membuka akses keuangan formal yang selama ini sulit dijangkau mayoritas anggota kelompok tersebut.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan rekomendasi penting ini tertuang dalam kajian "Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia". Kajian ini merupakan hasil kolaborasi BI dan Women’s World Banking yang dijadwalkan rampung pada tahun 2025. Menurut Filianingsih inisiatif ini dirancang khusus menjangkau masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari layanan finansial melalui pendekatan kelompok yang menumbuhkan kebersamaan kepercayaan dan kemandirian.

Wanita Kunci Ekonomi Bangkitkan Potensi Tersembunyi
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kajian tersebut merekomendasikan penguatan Program Ekonomi dan Keuangan Inklusif bagi Kelompok Subsisten yang telah diimplementasikan BI sejak 2021 dan kini telah direplikasi di seluruh Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri. Penelitian ini mendalami bagaimana norma gender struktur kepemimpinan kelompok serta akses terhadap pelatihan dan layanan keuangan memengaruhi partisipasi dan manfaat ekonomi yang diterima pelaku usaha mikro khususnya perempuan.

COLLABMEDIANET

Filianingsih menguraikan tiga tahapan utama pemberdayaan. Pertama tahap persiapan dengan prinsip kesetaraan Akses Partisipasi Kontrol dan Manfaat sebagai dasar pemetaan kondisi partisipasi perempuan. Kedua tahap implementasi yang mendorong representasi dan kepemimpinan perempuan demi membangun solidaritas dan kepercayaan diri. Pemanfaatan teknologi digital juga harus adaptif dan inklusif memperhatikan kesenjangan literasi antara laki-laki dan perempuan. Ketiga tahap monitoring dan evaluasi yang secara eksplisit mengukur perubahan serta dampak program dari perspektif gender.

Dengan pendekatan Women-Centered Design kajian ini melibatkan sembilan kelompok binaan BI di DKI Jakarta Bangka Belitung Sulawesi Tengah dan Bali. Survei bersama BI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kemen PPPA mengungkap fakta menarik bahwa norma gender masih membatasi ruang dan waktu perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok maupun mengembangkan usaha. Perempuan masih menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan domestik dan perawatan tanpa bayaran seperti mengasuh anak merawat lansia atau anggota keluarga yang sakit.

Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan perempuan tidak hanya bergantung pada program semata tetapi juga dukungan ekosistem dari keluarga dan lingkungan sekitar. Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pemberdayaan perempuan tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi nasional. Ketika perempuan memperoleh akses terhadap pembiayaan pengetahuan teknologi pasar dan ruang untuk mengambil keputusan manfaatnya meluas ke keluarga masyarakat bahkan perekonomian negara.

Senior Policy Strategist Southeast Asia Women’s World Banking Desi Vicianna menambahkan kelompok dengan representasi perempuan dan laki-laki yang lebih setara memberikan ruang lebih besar bagi perempuan untuk terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan termasuk pengelolaan keuangan usaha. Menurutnya kepemimpinan yang mendorong representasi perempuan pencatatan usaha yang transparan serta keterhubungan dengan lembaga keuangan formal menjadi faktor penting dalam membantu perempuan mengembangkan potensi ekonominya.

Sebagai tindak lanjut BI dan Women’s World Banking menyempurnakan pedoman Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Inklusif Berbasis Kelompok Subsisten dengan memperkuat pendekatan responsif gender. Pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi 46 Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri dalam merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan perempuan dan laki-laki di berbagai daerah termasuk melalui pelatihan dan pendampingan.

Melalui penguatan kajian dan pedoman ini BI dan Women’s World Banking mendorong terciptanya ekosistem pemberdayaan ekonomi yang semakin inklusif dan responsif gender. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha kelompok subsisten sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi perempuan untuk berpartisipasi mengambil keputusan dan memperoleh manfaat ekonomi dari perkembangan usahanya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar