politicanews.id – Kesempatan emas menanti para pemuda Indonesia untuk meraih karier cemerlang di kancah internasional. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor secara lugas mengajak generasi muda mengoptimalkan limpahan usia produktif dengan menjajal peluang magang dan bekerja di luar negeri. Jepang menjadi salah satu destinasi utama yang menawarkan imbalan menggiurkan.
"Indonesia kini diberkahi bonus demografi yang melimpah. Bagi mereka yang berani melangkah ke luar negeri, kami siap membekali dengan pelatihan vokasi serta kompetensi mumpuni," ujar Afriansyah saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan IM Japan.

Kementerian Ketenagakerjaan kini gencar menggenjot inisiatif penempatan tenaga kerja profesional yang menguasai keahlian khusus di berbagai negara mitra. Jepang, Negeri Sakura, menjadi sorotan utama. Para peserta magang dan pekerja asal Indonesia ditempatkan di sektor-sektor vital seperti otomotif, manufaktur, pertanian, hingga pengemudi, disesuaikan dengan keahlian dan perjanjian resmi antarlembaga.

Related Post
Tak tanggung-tanggung, Afriansyah membocorkan potensi pendapatan yang bisa diraih. "Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan, seperti teknisi bengkel ban atau montir pengganti oli, mereka mampu meraup penghasilan bersih sekitar Rp21 juta setiap bulan," ungkapnya, memicu rasa penasaran.
Banyuwangi mendapat apresiasi khusus dari Wamenaker sebagai salah satu kontributor utama pekerja migran ke Jepang. Kehadiran BPVP di Banyuwangi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mencetak SDM unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga menguasai kemampuan bahasa asing.
Situasi ketenagakerjaan di Banyuwangi sendiri tergolong sangat positif. Dari sekitar 1,7 juta penduduk, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sangat minim, hanya berkisar 10.000 orang. "Ini angka yang luar biasa rendah, persentasenya kecil, dan patut kita dukung penuh," tegas Afriansyah.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas vokasi secara optimal, mengingat Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus pada pengembangan SDM. Kuota Pelatihan Vokasi Nasional mencapai sekitar 220.000 orang khusus lulusan SMA/SMK, dengan seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh negara.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memaparkan keberhasilan daerahnya menekan TPT dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada tahun 2025. "Penurunan pengangguran ini bukan sekadar indikator keberhasilan penciptaan pekerjaan, melainkan juga harus dilihat dari partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan, serta jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif di pasar kerja," jelas Wabup.










Tinggalkan komentar