Politica News – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Serang, Banten, setelah seorang warga Desa Kaduagung, Kecamatan Gunungsari, bernama Jueni (60) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan masjid yang sedang direnovasi. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis (18/04) sekitar pukul 09.30 WIB, saat warga tengah bergotong royong mengerjakan renovasi masjid.
Menurut keterangan Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga, peristiwa bermula ketika warga sedang bersemangat melakukan gotong royong. "Kejadian bermula ketika para korban sedang bergotong royong, namun tiba-tiba bangunan ambruk dan menimpa korban," ujarnya. BPBD baru menerima laporan kejadian sekitar pukul 11.30 WIB dan segera menerjunkan tim penyelamat dari Damkar BPBD bersama tim Basarnas untuk melakukan evakuasi.

Selain Jueni yang dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Gunungsari, dua warga lainnya, Hamdan (60) dan Muhadi (45), mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Ketiga korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Gunungsari.

Related Post
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden terkait konstruksi bangunan di Indonesia. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi mendalam terkait penyebab runtuhnya bangunan masjid tersebut, serta memastikan standar keamanan konstruksi dipatuhi dalam setiap proyek pembangunan, khususnya yang melibatkan partisipasi masyarakat. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja dan pengawasan yang ketat dalam setiap aktivitas konstruksi. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dapat diakses melalui politicanews.id.










Tinggalkan komentar