politicanews.id – Dunia menanti titik terang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sebuah harapan yang kini terganjal tembok tebal ketidakpercayaan mendalam Demikian diungkapkan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri di Jakarta Jumat lalu
Chaudhri menjelaskan jurang keyakinan menjadi rintangan utama dalam upaya rekonsiliasi dua negara raksasa ini Mereka sudah lama tak berdialog tak punya kontak langsung sebuah situasi yang sangat kompleks

Pakistan sebagai juru damai memegang peran vital untuk menyatukan kembali kedua belah pihak di meja perundingan Tugas utama mereka adalah menjembatani defisit kepercayaan yang telah mengakar kuat

Related Post
Selain persoalan keyakinan upaya damai ini juga menghadapi ganjalan dari oknum-oknum yang berupaya merusak proses tersebut Membangun konsensus juga bukan perkara mudah sebab melibatkan banyak pemangku kepentingan di seluruh kawasan kata Chaudhri
Seluruh negara di wilayah tersebut merupakan aktor kunci dalam proses perdamaian ini Kami telah berhasil mengajak semua negara utama di kawasan untuk terlibat penuh ujarnya
Meski diadang berbagai kendala Pakistan tetap menunjukkan optimisme tinggi Keterlibatan berkelanjutan dan diplomasi tanpa henti diyakini mampu mewujudkan kedamaian yang diidamkan di kawasan tersebut
Terkait penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran Chaudhri menyebut langkah itu sebagai perkembangan sangat positif dan menggembirakan Pakistan pun turut membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut sebagai perantara
Pemerintah Pakistan berjanji akan terus bekerja sama erat dengan AS dan Iran untuk memastikan MoU ini direalisasikan sepenuhnya sesuai maksud dan tujuannya Demi terwujudnya perdamaian di kawasan ini bukan hanya untuk kepentingan kedua negara tetapi juga bagi stabilitas global yang lebih luas tegasnya










Tinggalkan komentar