Terkuak! Jurus China Bikin Ekonomi RI Melejit

Terkuak! Jurus China Bikin Ekonomi RI Melejit

politicanews.id – Kota Tianjin China menjadi saksi bisu sebuah pertemuan penting yang berpotensi mengubah lanskap industri Indonesia. Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang Kerja Sama dan Investasi Kapasitas Industri menggarisbawahi pergeseran paradigma investasi Tiongkok di Tanah Air. Bukan lagi sekadar jual beli barang, kini perusahaan-perusahaan raksasa Negeri Tirai Bambu itu siap menanamkan modal lebih dalam, fokus pada penguatan struktur industri, pengembangan kawasan hijau, hingga lokalisasi produksi di Indonesia.

Transformasi ini tak lepas dari implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) serta peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN ke Versi 3.0. Kondisi ini mendorong investor Tiongkok untuk melangkah lebih jauh, beralih dari sekadar ekspor produk menjadi pendirian basis produksi lokal, kolaborasi rantai industri yang erat, serta operasional jangka panjang di Indonesia. Berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah, kalangan pebisnis, hingga lembaga promosi investasi Indonesia, turut hadir membahas strategi masuknya perusahaan ke kawasan industri, investasi manufaktur, infrastruktur hijau, digital, dan keberlanjutan operasional.

Terkuak! Jurus China Bikin Ekonomi RI Melejit
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Rizaldi Indra Janu, Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Beijing dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong hilirisasi industri, energi hijau, dan sektor manufaktur. Peningkatan kawasan industri dan ekonomi khusus, serta kebijakan investasi yang mempermudah, menjadi prioritas. "Perusahaan China telah menjadi mitra investasi vital bagi Indonesia," ujarnya, "dan potensi kerja sama di bidang manufaktur, energi baru, infrastruktur, serta kolaborasi rantai industri masih sangat luas."

COLLABMEDIANET

Senada, Sumadi Kusuma, Pendiri, Presiden Direktur, dan CEO Global Putra International Group (GPI) yang juga Ketua Penyantun Abadi Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), menyoroti percepatan transisi perusahaan China dari perdagangan tradisional menuju investasi industri dan lokalisasi manufaktur. Berbekal pengalaman empat dekade di Indonesia, Sumadi menekankan bahwa kehadiran jangka panjang bukan hanya soal modal dan teknologi, melainkan juga pemahaman mendalam tentang regulasi lokal, budaya, kondisi pasar, dan kemitraan stabil. GPI siap menjadi jembatan bagi investor Tiongkok.

Liu Zhe, Kepala Perwakilan Bedford Square Group (BSG) di Indonesia, menambahkan bahwa meskipun pasar Indonesia menjanjikan peluang besar, lokalisasi yang sukses memerlukan persiapan sistematis. Ini mencakup akses investasi, pemilihan kawasan industri yang tepat, mitra lokal yang kuat, kepatuhan terhadap aturan, dan koordinasi sumber daya yang efektif. BSG berkomitmen memanfaatkan jaringannya untuk menghubungkan pemerintah daerah, kawasan industri, mitra, dan penyedia layanan profesional, demi mengubah niat kerja sama menjadi proyek-proyek konkret.

Sebagai tindak lanjut forum tersebut, berbagai perusahaan dan lembaga dari China dan Indonesia langsung menggelar diskusi intensif. Topik yang dibahas mencakup kawasan industri, manufaktur hijau, layanan air, infrastruktur digital, logistik, rantai pasokan, hingga layanan korporasi. Langkah ini diharapkan mampu mengkonversi kebutuhan investasi, sumber daya industri, dan kapabilitas perusahaan China menjadi peluang kolaborasi yang lebih nyata dan berdampak positif bagi kedua negara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar