politicanews.id – Sebuah rahasia besar terkuak mengenai mekanisme pembayaran utang kereta cepat Whoosh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka pembicaraan serius dengan pejabat tinggi Tiongkok Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional NDRC Zheng Shanjie menjadi lawan bicara utama dalam pertemuan penting di Beijing
Luhut menegaskan tidak akan membiarkan persoalan utang Whoosh berlalu begitu saja tanpa tindak lanjut serius ini demi kepentingan Indonesia Ia menekankan perlunya skema pembayaran yang jelas dan terstruktur mengingat keterlibatannya dalam proyek ini sejak awal di Kemenkomarves

Pembahasan mendalam mengenai struktur pembayaran utang Whoosh telah melibatkan banyak pihak penting Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara semuanya telah mengetahui dan memberikan persetujuan terkait langkah ini

Related Post
Luhut menyatakan optimisme tinggi bahwa semua pihak terkait akan terintegrasi dalam penyelesaian utang ini Presiden telah memberikan lampu hijau untuk eksekusi proses ini ia yakin persahabatan erat dengan pejabat Tiongkok akan melancarkan segala urusan
Yang menarik pihak Tiongkok diklaim tidak keberatan dengan usulan mekanisme pembayaran utang Whoosh ini Luhut juga menyoroti dampak positif Whoosh yang telah mengubah gaya hidup masyarakat perjalanan Jakarta Bandung kini semakin mudah dan cepat bahkan banyak permintaan untuk perpanjangan rute hingga Surabaya sebuah ide yang juga ia sampaikan kepada pejabat Tiongkok
Untuk keberlanjutan proyek kereta cepat ini Presiden Prabowo diharapkan segera menunjuk menteri koordinator yang akan mengawal kelanjutan pembangunan siapa pun yang ditunjuk harus memastikan proyek ini terus berjalan
Sebelumnya mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah membocorkan skema restrukturisasi utang Whoosh yang fantastis cicilan sekitar satu triliun rupiah per tahun dengan tenor mencapai delapan puluh tahun beban ini dinilai relatif ringan dan mampu ditangani Kementerian Keuangan
Pemerintah Indonesia berencana mengambil alih enam puluh persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China KCIC dari konsorsium BUMN PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia PSBI sementara empat puluh persen sisanya tetap dipegang konsorsium Tiongkok Beijing Yawan HSR Co Ltd Proses due diligence dan evaluasi nilai saham saat ini sedang berlangsung di Kementerian Keuangan
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani memastikan proses pengambilalihan pengelolaan KCIC ke Kementerian Keuangan terus berlanjut tanpa hambatan meskipun ada pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara










Tinggalkan komentar