Politica News – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan para pengusaha apotek terkait mahalnya biaya pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pemerintah berencana menetapkan standar pembiayaan SLF yang lebih terjangkau, yang diharapkan akan dirilis pada akhir Februari. Hal ini disampaikan Purbaya dalam sidang ketiga terkait hambatan investasi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.
Keluhan ini datang dari Gerakan Apoteker-Pemilik Apotek Independen (GAPAI) yang mengeluhkan tidak adanya standardisasi tarif konsultan SLF. Akibatnya, biaya pengurusan SLF seringkali dipatok dengan harga yang tinggi. Salah satu perwakilan GAPAI, Ilham, mengungkapkan bahwa ia pernah dikenakan biaya hingga Rp30 juta untuk apoteknya yang berukuran 5×8 meter.

Selain biaya yang mahal, proses perpanjangan SLF juga dinilai rumit. Apoteker harus menyiapkan gambar ulang, izin mendirikan bangunan, hingga persetujuan bangunan gedung baru, meskipun tidak ada perubahan pada bangunan. Kompleksitas ini memaksa mereka untuk menggunakan jasa pengkaji teknis. Padahal, SLF wajib diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Related Post
Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia setuju dengan perlunya penyeragaman biaya pengurusan SLF. Ia juga mengusulkan agar konsultan pengurusan SLF ditunjuk langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sebagai solusi, pemerintah akan menambahkan fitur pemutakhiran data untuk memudahkan para apoteker, yang akan dikoordinasikan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain itu, standar harga akan ditetapkan melalui surat edaran Kementerian PU. Kementerian PU diberi waktu dua bulan untuk menyelesaikan masalah SLF ini.
Purbaya menegaskan bahwa sidang serupa akan terus digelar untuk membantu pelaku usaha mengatasi hambatan bisnis. "Ini sinyal ke para pelaku bisnis bahwa kita harus menghilangkan kendala yang menghalangi bisnis mereka," ujarnya. Diharapkan langkah ini dapat memberikan angin segar bagi para pengusaha apotek di seluruh Indonesia.










Tinggalkan komentar