Politica News – Referendum konstitusi baru di Kazakhstan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kazakhstan, Nurlan Abdirov, mengumumkan bahwa lebih dari 87,15% warga negara mendukung perubahan fundamental dalam tata negara mereka. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Astana, Senin (16/03/2026).
Partisipasi pemilih dalam referendum ini mencapai angka 73,12%, dengan total 7.954.667 warga memberikan suara setuju terhadap konstitusi baru. Abdirov menjelaskan bahwa rancangan konstitusi telah dipublikasikan secara luas sejak 12 Februari 2026, memungkinkan warga untuk mempelajari dan mempertimbangkan perubahan yang diusulkan.

Total warga Kazakhstan yang memiliki hak pilih mencapai 12.482.613 orang, di mana 9.127.192 orang berpartisipasi aktif dalam referendum yang digelar pada Minggu (15/03/2026). Konstitusi baru ini menjanjikan redistribusi kekuasaan yang signifikan antar cabang pemerintahan, dengan fokus pada penguatan peran parlemen.

Related Post
KPU Kazakhstan berencana untuk mengumumkan hasil resmi pemilu selambat-lambatnya pada 21 Maret 2026, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil referendum ini menandai langkah penting dalam reformasi politik di Kazakhstan, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam sistem pemerintahan dan kehidupan bernegara. Informasi ini dilansir dari politicanews.id.










Tinggalkan komentar