politicanews.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) pada kisaran ideal 92 hingga 95 persen. Komitmen ini tetap teguh, tak peduli fluktuasi penempatan maupun penarikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh pemerintah. LDR sendiri merupakan indikator vital yang mengukur seberapa efektif bank menyalurkan dana pihak ketiga menjadi kredit.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa kebijakan menjaga LDR di rentang tersebut telah menjadi pegangan bank dari tahun ke tahun. Dengan jadwal pengembalian dana SAL yang kini lebih terstruktur, bahkan sebagian baru akan ditarik hingga pertengahan tahun depan, perbankan nasional, khususnya anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), kini memiliki ruang gerak likuiditas yang lebih leluasa. Kondisi ini diharapkan mampu meredakan persaingan ketat dalam perebutan dana, terutama deposito, seiring dengan tren penurunan suku bunga SRBI.

Nixon menambahkan, penundaan penarikan dana SAL memberikan waktu lebih panjang bagi BTN untuk mempersiapkan likuiditas. Sebelumnya, BTN bahkan telah menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun untuk pengembalian SAL pada Juli, namun penarikan tersebut dibatalkan. Keputusan ini disambut baik, mengingat bank bisa melepas kembali dana yang sudah disiapkan untuk menghindari beban bunga, dan kini mulai menariknya lagi secara bertahap sesuai kebutuhan. Ini adalah strategi cerdas untuk mengelola biaya dana dan menghindari "perang tanding" deposito di pasar.

Related Post
Hingga Juni 2026, kinerja BTN menunjukkan pertumbuhan solid. Kredit dan pembiayaan konsolidasi melesat 11,2 persen secara tahunan menjadi Rp418,11 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 6,6 persen, mencapai Rp433,00 triliun. Meskipun LDR BTN tercatat di level 96,6 persen pada periode tersebut, naik dari 92,6 persen setahun sebelumnya, kualitas aset tetap terjaga dengan NPL gross membaik ke 3 persen. Biaya dana (Cost of Fund/CoF) juga berhasil dipertahankan stabil di kisaran 3,01 persen, menandakan efisiensi operasional yang baik.








Tinggalkan komentar