Politica News – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengecam keras tindakan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. PKB menilai operasi militer yang menargetkan pemimpin negara berdaulat adalah sebuah pembunuhan politik yang tidak dapat dibenarkan.
Luluk Nur Hamidah, Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar hukum internasional, norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia. "Jika praktik ini dibiarkan, dunia akan diatur oleh kekuatan militer, bukan hukum," tegas Luluk dalam keterangannya, Minggu (16/06/2024).

PKB khawatir bahwa tindakan terhadap Iran dapat menjadi contoh bagi negara lain. "Hari ini Iran menjadi target, besok negara mana pun bisa mengalami hal yang sama. Tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun jika pembunuhan pemimpin negara dianggap sah," imbuhnya.

Related Post
DPP PKB menduga tindakan ini terjadi karena kurangnya sanksi tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, terutama yang dilakukan Israel terhadap Palestina. "Ketidakadilan yang tidak ditegakkan secara konsisten akan memperluas konflik," kata Luluk.
Oleh karena itu, PKB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan AS-Israel ke Iran. PKB juga menuntut sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda, termasuk kepada Israel dan AS yang mendukungnya.
PKB juga mendorong deeskalasi konflik, membuka jalur diplomasi, dan melindungi rakyat sipil dari dampak konflik yang meluas di Timur Tengah. "Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, spiral konflik tanpa akhir akan terus tumbuh," ujar Luluk.
Sebagai bentuk solidaritas, DPP PKB menyampaikan dukungan kepada rakyat Iran. "Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan, dan semoga dunia internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian sejati," pungkas Luluk.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran, termasuk serangan roket yang menghantam Teheran dan dekat dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan roket terhadap Israel dan sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Bahrain.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei pada 1 Maret 2026, dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari serta libur kerja selama seminggu.










Tinggalkan komentar