Pertamina SHD: Hilirisasi Migas Lebih Gesit?

Pertamina SHD: Hilirisasi Migas Lebih Gesit?

Politica News – Pembentukan Sub Holding Downstream (SHD) oleh Pertamina, yang menggabungkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), diharapkan menjadi angin segar bagi optimalisasi operasional hilir migas. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, meyakini langkah ini akan memperkuat ketahanan energi nasional melalui jaminan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Komaidi menjelaskan, integrasi PPN, PIS, dan KPI dalam "satu atap" akan menyederhanakan proses operasional. "Diharapkan memang optimalisasi operasional, karena integrasi akan membuat saling mendukung. Jadi, kalau satu rumah kan ibaratnya ketika ada pekerjaan, bisa dikerjakan bareng. Jadi lebih sederhana prosesnya," ujarnya di Jakarta, Sabtu (tanggal tidak disebutkan).

 Pertamina SHD: Hilirisasi Migas Lebih Gesit?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Dengan proses yang lebih ringkas, Komaidi menambahkan, segala urusan terkait pengadaan dan distribusi BBM serta Elpiji dapat dipenuhi lebih cepat. Hal ini akan mendukung Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, komunikasi antara PPN dan KPI terkait kualitas BBM, atau dengan PIS terkait pengangkutan minyak, akan berjalan lebih efisien tanpa terhambat birokrasi antar lembaga.

COLLABMEDIANET

"Misalkan PPN membutuhkan minyak dari Arab dan harus segera sampai dalam hitungan waktu tertentu, maka, PPN tinggal memerintahkan atau berkomunikasi saja dengan kapal (PIS), karena satu atap. Jadi lebih sederhana," jelasnya.

Antisipasi terhadap potensi kelangkaan BBM di daerah juga akan lebih responsif. Sub Holding Downstream dapat dengan cepat memetakan sumber suplai dari kilang dan mengatur pengangkutan melalui kapal. "Jadi tidak perlu Patra mengontak KPI lebih dulu, lalu KPI beli dulu minyaknya. Dengan terintegrasi, mungkin teknisnya sama, tapi administrasinya jauh lebih sederhana," imbuhnya.

Komaidi optimistis integrasi ini akan membuat Pertamina lebih andal, lincah, dan optimal, termasuk dalam menghadapi Satgas Ramadhan dan Idulfitri 2026. "Dengan integrasi, harusnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi tahun-tahun sebelumnya Satgas Rafi Pertamina bisa dikatakan selalu berhasil dan konsumen selalu memberikan apresiasi terhadap layanannya, terhadap produknya, terhadap aspek-aspek yang lainnya," pungkasnya.

Pertamina secara resmi membentuk Sub Holding Downstream pada 1 Februari 2026, melalui proses evaluasi mendalam dan benchmarking dengan perusahaan migas sejenis. Pembentukan SHD bertujuan meningkatkan optimalisasi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan. Informasi ini dikutip dari politicanews.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar