politicanews.id – Situasi di jantung kota Paris diprediksi akan kembali memanas setelah pengadilan administrasi setempat secara mengejutkan memberikan lampu hijau bagi gelombang demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang. Keputusan hukum ini secara otomatis membatalkan larangan ketat yang sebelumnya telah ditetapkan oleh pihak kepolisian terhadap aksi massa yang melibatkan kelompok Gerakan Rompi Kuning serta serikat pekerja CGT.
Sebelumnya otoritas keamanan sempat berupaya meredam potensi kericuhan dengan melarang aksi di pusat kota dan mengarahkan para pengunjuk rasa ke wilayah pinggiran timur Paris. Namun putusan pengadilan terbaru ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah karena mengembalikan hak penyampaian pendapat di titik-titik strategis kota. Menanggapi hal ini Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan pihaknya tidak tinggal diam dan akan segera mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Ketegangan di Prancis sebenarnya telah mencapai titik didih sejak pertengahan September lalu. Bermula dari tuntutan para pelajar mengenai fasilitas sekolah yang memprihatinkan di pinggiran Paris gerakan ini dengan cepat bermutasi menjadi protes nasional yang jauh lebih masif. Kemarahan publik kini dipicu oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang mencekik rakyat sehingga memicu gelombang unjuk rasa di berbagai penjuru negeri.

Related Post
Catatan sejarah mencatat bahwa aksi pada 17 Oktober lalu menjadi salah satu yang paling destruktif dengan jumlah massa mencapai 550.000 orang. Dalam bentrokan tersebut aparat keamanan terpaksa menggunakan kekuatan penuh mulai dari gas air mata hingga meriam air untuk mengendalikan situasi. Dengan izin pengadilan yang baru ini publik kini menanti apakah Sabtu besok akan menjadi babak baru kerusuhan atau justru eskalasi konflik yang lebih besar di Prancis.










Tinggalkan komentar