Mudik Lancar? Menhub Ajak WFA, Hindari Macet!

Mudik Lancar? Menhub Ajak WFA, Hindari Macet!

Politica News – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama periode libur Lebaran 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan arus mudik dan mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi.

Menhub menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan libur Lebaran yang cukup panjang, yakni sekitar dua pekan, dari 14 hingga 29 Maret 2026. Periode ini mencakup Hari Raya Idul Fitri, libur Nyepi, serta cuti bersama. Dengan memanfaatkan WFA, masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan mudik mereka secara lebih fleksibel.

 Mudik Lancar? Menhub Ajak WFA, Hindari Macet!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere, dengan begitu distribusi waktu mudik bisa merata dan mengurangi potensi kemacetan," ujar Menhub saat meninjau kesiapan jalur mudik di Jawa Barat, Minggu (16/03/2026).

COLLABMEDIANET

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Mereka memastikan kesiapan layanan transportasi dan kelancaran pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran. Titik pertama yang dipantau adalah Cirebon, di mana Menhub menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan pada periode awal arus mudik mulai menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan laporan Jasa Marga, volume kendaraan tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan kondisi hari normal. Meskipun demikian, Menhub menekankan bahwa peningkatan ini belum terlalu signifikan.

Selain itu, Menhub juga menyoroti potensi hambatan lalu lintas yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik. Ia mengimbau agar kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti aktivitas warga yang mencari koin dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu, dapat dihentikan sementara.

"Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut," tutur Menhub.

Sebagai bentuk perhatian kepada para pengemudi transportasi tradisional yang terdampak pengaturan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran, Menhub bersama Gubernur Jabar menyerahkan secara simbolis kompensasi kepada 557 pengemudi becak dan ojek di wilayah Cirebon. Program bantuan ini memberikan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang.

Menhub berharap pemerintah daerah lain dapat menginisiasi program serupa sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan mudik yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

Setelah Cirebon, Menhub melanjutkan perjalanan ke Subang melalui jalur darat untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kelancaran arus lalu lintas di jalur utama yang menjadi lintasan pemudik. Peninjauan ini ditutup dengan kembali ke Jakarta melalui jalur Pantura.

"Peninjauan melalui jalur darat ini penting agar kami dapat melihat secara langsung kondisi riil di lapangan, mulai dari kelancaran arus lalu lintas, kesiapan rambu dan fasilitas keselamatan, hingga potensi titik kemacetan," jelas Menhub. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat disiapkan lebih optimal demi memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman, lancar, serta nyaman.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar