Politica News – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memberangkatkan lebih dari 16 ribu pemudik dari Jakarta dan sekitarnya dalam program mudik Lebaran gratis tahun 2026. Pelepasan dilakukan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Senin (25/03/2024).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa program ini adalah wujud perhatian pemerintah daerah kepada warga Jawa Tengah yang bekerja di perantauan. Sebanyak 325 bus disiapkan untuk mengangkut sekitar 16.870 pemudik.

"Hari ini, bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah serta berbagai stakeholder, kami melepas pemudik. Ada sekitar 325 bus yang kita siapkan untuk mengangkut hampir 16.870 warga yang akan mudik ke Jawa Tengah," ujar Luthfi usai melepas pemudik di TMII.

Related Post
Program mudik gratis ini bertujuan membantu masyarakat perantauan, terutama pekerja sektor informal, agar dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Luthfi menambahkan bahwa jumlah armada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya minat masyarakat.
Selain bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan tujuh gerbong kereta api gratis untuk memfasilitasi pemudik. Program ini menyasar berbagai kalangan pekerja informal, seperti pengemudi ojek online, pedagang bakso, pekerja warteg, pembantu rumah tangga, kuli bangunan, hingga mahasiswa.
Luthfi menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk meringankan beban ekonomi para perantau agar mereka tetap dapat merayakan Lebaran bersama keluarga. Pendaftaran mudik gratis dilakukan secara daring melalui aplikasi yang telah disediakan pemerintah daerah.
Pemprov Jateng bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para pemudik. Luthfi berharap program ini dapat mempererat silaturahmi keluarga dan menggerakkan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut seluruh Bupati dan Walikota Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat perantauan dan daerah asal.





Tinggalkan komentar