Politica News – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dihentikan sementara. Langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan yang menimpa puluhan peserta didik penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan penghentian operasional SPPG Waru dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut. "Operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara," ujarnya, Minggu (14/04/2024).

Kasus dugaan keracunan ini bermula ketika 25 peserta didik di Kecamatan Waru mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas usai mengonsumsi menu MBG pada Rabu (11/02/2026). Puding menjadi salah satu menu yang diduga menjadi penyebab masalah pencernaan tersebut.

Related Post
Pemerintah Kabupaten PPU tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan standar operasional SPPG. Abdul Waris Muin menekankan bahwa sesuai aturan, SPPG tidak diperbolehkan bekerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan makanan. Diduga, menu makanan tambahan yang diambil dari luar menjadi penyebab gangguan pencernaan pada peserta didik.
Penyelidikan oleh pihak kepolisian juga tengah berlangsung untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pengelola SPPG. Sanksi tegas, termasuk penutupan operasional, akan diberlakukan jika terbukti adanya pelanggaran.
Hingga saat ini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dinantikan untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Pemkab PPU juga mempertimbangkan pemberian kompensasi bagi peserta didik yang terdampak. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dapat diakses melalui politicanews.id.










Tinggalkan komentar