politicanews.id – Sebuah kisah sukses luar biasa datang dari jantung Kalimantan Tengah. PT Bumibaru Indonesia Jaya berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif di Tangkiling, Palangka Raya, menjadi sumber panen melimpah. Dengan pendekatan inovatif, perusahaan ini mencatat produksi lebih dari 307 ribu kilogram komoditas pertanian, membuktikan bahwa lahan kritis pun bisa kembali hidup dan menghasilkan.
Lahan yang menjadi fokus Bumibaru ini sebelumnya berada dalam kondisi degradasi parah. Dengan kandungan pasir mencapai 94 persen dan tingkat keasaman (pH) hanya 4,40, tanah tersebut nyaris mustahil untuk ditanami secara konvensional. CEO Bumibaru, Ramavito Mountaino, mengungkapkan bahwa lahan tersebut "mati" karena kemampuan tanah dalam menyimpan air sangat rendah, membuatnya tidak cocok untuk pertanian biasa.

Namun, sejak September 2023, Bumibaru memulai misi revitalisasi. Mereka menerapkan metode restorasi tanah dan pertanian regeneratif, memadukan mineral, bahan organik, serta pemulihan unsur hara esensial. Tak hanya itu, ekosistem biologis tanah pun dibangun kembali untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. Ini adalah kunci di balik transformasi yang menakjubkan.

Related Post
Hasilnya sungguh mencengangkan dan terlihat hanya dalam waktu sekitar delapan bulan. Panen perdana pisang kepok berhasil dilakukan, menandai titik balik penting. Tingkat keasaman tanah melonjak signifikan menjadi 6,01, dan tingkat kelangsungan hidup tanaman mencapai 94 persen. Produktivitas lahan terus meningkat, dengan produksi semangka di tahun 2025 mencapai 70.771 kilogram, atau naik 10,4 persen dari tahun sebelumnya, semua tanpa perlu membuka lahan baru.
Lebih dari sekadar panen, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi yang fantastis. Nilai lahan yang direstorasi meningkat hingga empat kali lipat dari biaya pengembangannya. Bumibaru juga menjalin kemitraan erat dengan petani lokal, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Kini, model sukses ini ditawarkan sebagai jasa restorasi dan reklamasi bagi pemilik lahan yang menghadapi kondisi serupa, termasuk lahan tidur atau perkebunan yang sudah tidak produktif.
Inisiatif Bumibaru ini menawarkan solusi cerdas untuk pemanfaatan lahan tidak produktif di Indonesia. Dengan menggabungkan pemulihan kondisi tanah dengan aktivitas produksi pertanian, perusahaan ini membuktikan bahwa lahan yang tadinya dianggap tak berguna dapat dipulihkan dan dikembangkan menjadi area pertanian yang lestari dan menguntungkan, membuka harapan baru bagi sektor agribisnis nasional.










Tinggalkan komentar