politicanews.id – Harapan baru menyelimuti operasi pencarian korban kapal nahas KM Virgo Transport 8. Setelah terkendala cuaca ekstrem yang menghambat tim penyelam, kini KRI Canopus, kapal perang dengan teknologi canggih, diterjunkan untuk menyisir dasar laut. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu menembus tantangan alam demi menemukan para korban yang masih hilang.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di lokasi kejadian belum memungkinkan tim penyelam elit, termasuk personel Kopaska TNI AL dan penyelam khusus Basarnas, untuk terjun langsung. Gelombang tinggi dan arus kuat menjadi penghalang utama dalam upaya pencarian bawah air yang krusial ini.

KRI Canopus, yang diperkirakan tiba di lokasi pada Selasa pagi, membawa sederet perangkat mutakhir. Drone bawah air, multibeam echo sounder, hingga remotely operated vehicle (ROV) siap dioperasikan. Teknologi ini memungkinkan tim SAR untuk memetakan kondisi dasar laut dan mendeteksi objek di kedalaman tanpa harus bergantung pada kondisi cuaca di permukaan.

Related Post
Pengerahan KRI Canopus merupakan bagian dari strategi penguatan operasi SAR di hari ketiga. Meski demikian, tim penyelam tetap disiagakan dan akan diterjunkan segera setelah kondisi cuaca membaik. Hingga Senin malam, Basarnas mencatat 114 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 selamat dan 6 meninggal dunia. Artinya, masih ada 129 orang yang keberadaannya belum diketahui dari total 243 penumpang.
Dari jumlah korban yang berhasil dievakuasi, 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, dengan 85 di antaranya selamat dan satu meninggal dunia. Sementara itu, satu korban meninggal lainnya dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru dan diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk identifikasi lebih lanjut. Satu korban selamat juga tiba di Lanud Syamsudin Noor menggunakan helikopter Basarnas. Sebanyak 26 korban lainnya, terdiri dari 22 selamat dan 4 meninggal, masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti.
KM Virgo Transport 8, yang mengangkut 243 penumpang, dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu sebelumnya.










Tinggalkan komentar