politicanews.id – Situasi mencekam menyelimuti Pulau Siau setelah Gunung Karangetang kembali menunjukkan kekuatan destruktifnya pada Sabtu sore 7 November 2026. Ledakan hebat dilaporkan terjadi tepat pada pukul 17.34 WITA yang melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter ke angkasa. Fenomena alam ini memicu kekhawatiran besar bagi warga di sekitar wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara.
Pengamat Gunung Api Pos PGA Karangetang Nadhif Dhaifullah mengonfirmasi bahwa erupsi tersebut membawa material abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya. Berdasarkan rekaman seismogram, aktivitas ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 50 milimeter dengan durasi ledakan lebih dari satu menit.

Selain kepulan abu yang membumbung tinggi, erupsi eksplosif kecil juga terlihat di kawah utara yang memicu guguran lava pijar. Material panas tersebut meluncur deras ke arah selatan dan barat daya dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Aliran lava ini mengancam sejumlah aliran sungai penting seperti Kali Hiung Kali Sumpihi Kali Kinali Kali Pangi hingga Kali Kiawang. Sementara itu di sisi barat laut, aliran material juga mengarah ke Kali Batuare Kali Batukole dan Kali Malrbuhe.

Related Post
Saat ini status Gunung Karangetang berada pada Level II atau Waspada. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat serta wisatawan menjauhi zona bahaya dalam radius 1,5 kilometer dari puncak kawah utara maupun kawah utama. Area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya juga ditetapkan sebagai zona terlarang dengan jarak hingga 2,5 kilometer.
Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta untuk ekstra waspada terhadap ancaman lahar hujan dan banjir bandang. Kondisi material lava yang belum stabil meningkatkan risiko runtuhan awan panas yang bisa terjadi kapan saja terutama di sektor selatan tenggara barat dan barat daya.










Tinggalkan komentar